Nama Kapolsek Ereke Dicatuk

559 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

– Terkait Kayu Ilegal Yang Ditemukan

WAKATOBI – Puluhan kubik kayu yang diduga hasil ilegal loging dari wilayah Buton Utara tepatnya dipelabuhan Lakumbe, untuk proyes BSPS di Kabupaten Wakatobi, diduga merupakan kayu bekingan kapolsek Ereke Induk, AKP Susanto.

Pencatutan nama kapolsek tersebut ungkapkan salah seorang pengawas proyek BSPS bantuan kementerian perumahan, Safrial. Dihubungi melalui fia telpon Safrin menyebut kedatangan kayu tersebut tidak ada kaitanya, dengan wartawan pasalnya kayu tersebut milik kapolsek ereke (AKP Susanto.-red). Yang di datangkan ke Wakatobi untuk kepentingan proyek tersebut

“Apa, kalian media apa. Kalian mau konfirmasi dalam rangka apa. Apa urusannya dengan kalian, apa hubungannya. Kalian ketemu saja sama kep kapal. Itu punya Kapolsek Ereke, konfirmasi saja sama Kapolsek,” tantang Safria, saat di hubungi selasa (13/12). Kayu tersebut didatangkan menggunakan Kapal KM Kayangan Indah lalu dibongkar di Dermaga Marina Wakatobi Serta dimuat dengan mengunakan Truk dengan Nomor Polisi DT 9988 UE yang bertugas mengangkut kayu kelokasi penampungan kayu perumahan di desa Matahora

Pengakuan salah seorang Anak Buah Kapal (ABK), Lamini bahwa dirinya tak tahu menau pemilik kayu tersebut “Ini dari Ereke pelabuhan Lakumbe, sebanyak dua puluh kubik lebih. Sebelumnya sudah pernah kami bawa kesini. Kami juga kurang tau siapa pemiliknya,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, Kapolsek Ereke, AKP Susanto, membantah keras dirinya punya usaha kayu seperti apa yang dituduhkan Safrial. Bagi Susanto, itu pencemaran nama baik . “Saya belum dengar info tersebut. Siapa yang mengatakan hal tersebut. Selama saya hidup belum pernah punya usaha kayu. Terima kasih banyak atas infonya. Berani benar itu orang, saya nggak kenal itu pak Safrial. Itu fitnah,” kata Susanto geram di hubungi via telepon cellularnya.

Sementara itu, kepala Sahbandar Wilayah Kerja Wanci Kabupaten Wakatobi la Hamza, saat dimintai keterangan mengenai kelengkapan administrasi kapal pengangkut kayu tersebut mengaku, hingga kini kapal KM Kahyagan Indah tidak pernah mengajukan ijin masuk maupun ijin berangkat ke kantor sahbandar. “Sampai saat ini tidak ada dokumen yang masuk,” ungkap kepala Sahbandar Wilayah Kerja Wanci, La Hamza, Kamis (14/12).

Kini, pihak Pol Air sementara melakukan koordinasi dengan atasannya dalam hal ini Kapolres untuk menindak lanjuti persoalan ini, termasuk dalam hal memeriksa kelengkapan kapal. “Untuk sekarang saya belum bisa memberikan pernyataan. Tapi saya akan koordinasi dengan pak Kapolres melalui Humas untuk komunikasikan hal ini,” kata salah seorang aparat Pol Air Wakatobi, Arifin.

Pantauan media ini, puluhan kubik kayu tersebut saat ini ditampung disalah satu lokasi base camp milik Kontraktor proyek, Ali Hasan di Desa Mata Hora.

 (Kepton Pos/My)

You might also like More from author