Misteri Cinta Terlarang di Danau Cinta

912 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

LABUNGKARI a�� Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki banyak obyek wisata unggulan yang cukup menjanjikan untuk pengelolaan dan pengembangan jasa dan industri pariwisata.

Salah satunya adalah Danau Cinta. Para traveler dunia belum banyak mengetahui danau cinta ini sebagai salah satu destinasi wisata yang terindah. Pemerintah setempat menamai objek wisata ini “Danau Cinta Pasibungi”, karena bentuknya yang tampak terlihat menyerupai hati sebagai simbol cinta kasih sayang.

Lokasi danau cinta ini berada di perkampungan Lamena, antara Desa Lasori dan Desa Inulu, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim), Kabupaten Buton Tengah. Dari kedua desa tersebut, para wisatawan bisa mencapai danau dengan berjalan kaki sejauh setengah kilometer. Dari pusat ibukota bisa ditempuh dengan waktu 30 menit. Data yang dimiliki Dinas Pariwisata Buteng, danau tersebut berdiameter 700 dengan panjang sekira 1,1 kilometer.

Karena dikelilingi hutan mangrove, danau cinta ini tetap terjaga keindahaannya. Airnya selalu tampak tenang dan menyejukkan mata. Anehnya, walaupun danau ini berada diperbukitan, airnya selalu aktif pasang surut seperti air laut. Lebih aneh lagi, danau yang tak jauh dari pesisir pantai ini airnya terasa tawar.

Walaupun tak jauh dari pemukiman penduduk, danau tersebut belum begitu populer bermanfaat menjadi objek wisata warga, sebab, keindahan danau ini masih terbalut misteri cinta terlarang, cerita legenda rakyat.

Legenda rakyat pada danau cinta ini memang tersimpan rapi di memori warga.A� Nur, seorang penduduk yang bermukim di dekat danau tersebut mengisahkan, cerita mistik mengenai danau tersebut bermula dari kisah cinta terlarang antara dua saudara sesusu.

Pemerintah setempat mengakui legenda cinta terlarang itu ada. Ahmad Nasmudin, seorang kepala wilayah kecamatan setempat menyatakan, dahulu kala, area danau cinta merupakan sebuah perkampungan. Diantara penduduknya, terdapat satu keluarga yang anaknya terpisah sejak kecil.

Ketika sudah dewasa, kedua anak yang terpisah lama dipertemukan dalam kampung tersebut. Mereka kemudian berkenalan, laki-laki bernama La Pasi dan perempuan bernama Wa Unda. Dari perkenalan itu, keduanya tumbuh rasa saling mencintai.

Keduanya pun bersepakat untuk membangun mahligai rumah tangga. Tak lama setelah pernikahan mereka, kampung tersebut tertimpa hujan yang terus menerus hingga amblas tertelan bumi. Dari bekas kampung tersebut muncullah air yang kemudian meluas menjadi danau.

Karena legenda mistik itulah, oleh masyarakat setempat, Danau Cinta Pasibungi ini masih diyakini sebagai wilayah paling keramat. Meskipun demikian, para wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara selalu datang berkunjung hanya untuk sekedar melihat dan mengobati rasa penasaran atas keindahan alam dan keunikan danau tersebut. Komunitas ini juga siap mengantar langsung dan menemani para wisatawan yang datang di danau tersebut.

Bagi Pemkab Buteng, Danau Cinta Pasibungi ini merupakan salah satu objek wisata alam unggulan. Untuk mempromosikan danau ini Dinas Pariwisata Buteng terus mengeksplor keindahannya. Kini para traveler pun sudah mulai melirik Danau Cinta sebagai destinasi wisata terindah yang nyaman dikunjungi. (Pa/nis/fa)

You might also like More from author