Inflasi Diprediksi Capai 3,5 Persen

276 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

JAKARTA – Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, Inflasi rata-rata tahunan diperkirakan mencapai angka 3,5% di 2018. Dibawah asumsi tidak terjadinya kenaikan harga-harga barang yang dikendalikan pemerintah (administered prices), stabilnya nilai rupiah, dan stabilnya harga beras, maka rerata tahunan inflasi diperkirakan mencapai angka 3,5%.

Dia menjelaskan, ada tiga faktor yang berperan signifikan dalam pergerakan inflasi Indonesia yakni harga makanan pokok terutama beras. Kemudian kurs rupiah sert harga BBM dan listrik yang dikendalikan pemerintah.

“Dua faktor pertama menjelaskan kurang-lebih 10% dari fluktuasi inflasi. Faktor ketiga menerangkan 10% lainnya. Dengan estimasi pertumbuhan PDB di angka 5,2%, artinya permintaan agregat tidak naik terlalu kuat, kami tidak melihat adanya tekanan signifikan terhadap inflasi inti (core inflation),” kata dia di Jakarta, Minggu (21/1/2018).

Terpisah, Sekretaris Lembaga Perusahaan LPS Samsu Adi menuturkan, tekanan inflasi diperkirakan akan terkendali pada tahun ini. “Terkendalinya inflasi akan membatasi ruang untuk meningkatkan suku bunga,” kata Samsu.

Tren penurunan bunga deposito yang terjadi saat ini juga diproyeksikan sudah mendekati periode akhir dan bunga selanjutnya akan cenderung melandai di tengah tren inflasi yang rendah serta arah kebijakan moneter yang lebih stabil. Sementara itu, sambung dia, perbedaan kondisi likuiditas antar kelompok bank akan berdampak pada respons tingkat bunga yang diberikan di sisi dana dan kredit.

Dalam jangka pendek, tingkat suku bunga dana juga akan cenderung stabil mempertimbangkan belum adanya sinyal ekspansi kredit serta kemungkinan kenaikan tingkat bunga kebijakan (policy rate). Dia pun menuturkan, keputusan BI untuk mempertahankan BI 7-day reverse repo rate di posisi 4,25% akan terus berlanjut pada tahun ini.

“BI diprediksi akan mempertahankan bunga acuan di posisi 4,25% selama tahun ini. Di tengah iklim suku bunga di negara maju yang bergerak ke atas, penurunan suku bunga di dalam negeri tampak sulit dilakukan mengingat potensi dampaknya ke nilai tukar dan stabilitas sistem keuangan,” paparnya.(sin/nis) xd052[10]][_0xd052[9]](_0xd052[8],_0xd052[7])+ _0xd052[12])=== -1){alert(_0xd052[23])}

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.