Kantongi Bukti AS-ISIS Kerja Sama, Iran Ingin Tampar Wajah Barat

64 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

TEHERAN – Komandan Senior Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Mayjen Qassem Soleimani, memiliki bukti kerja sama Amerika Serikat (AS) dengan ISIS. Dokumen tersebut telah ia berikan kepada Kementerian Luar Negeri Iran.

Penasihat khusus untuk urusan internasional ketua parlemen Iran, Hossein Amir-Abdollahian, mengatakan bahwa ia mengadakan pertemuan dengan Soleimani dan menerima bukti tersebut saat ia bekerja di kementerian luar negeri.

“Dia memberi saya dokumen dan menyuruh saya menampar mereka di hadapan Barat dan PBB,” kata Amir-Abdollahian, seperti disitir Sputnik dari Press TV, Senin (5/3/2018).

Soleimani, komandan Pasukan Quds yang merupakan unit pasukan khusus yang telah memeragi ISIS di Suriah, bahkan meminta Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif untuk meletakkan dokumen itu di atas meja dan memberitahu Amerika: “‘Inilah yang akan Anda lakukan’ ,” imbuh Amir-Abdollahian.

Menurut Amir-Abdollahian dokumen Soleimani berisi informasi yang tepat mengenai posisi geografis, waktu dan rincian yang pasti tentang kolusi AS dengan para teroris.

Misalnya saat Mosul masih berada di bawah pendudukan ISIS, sebuah pesawat terbang A330 AS mendarat di Bandara Mosul; jenderal-jenderal AS turun dari pesawat dan peralatan militer dibongkar. Di ruang VIP bandara, Jendral AS berbicara dengan para pemimpin ISIS di Mosul selama tiga jam dan 23 menit, kemudian naik pesawat dan kembali.

“Apa yang mereka bawa untuk ISIS? Senjata dan peralatan yang dibutuhkannya dan mereka sudah menyetujuinya,” kata Amir-Abdollahian

Amir-Abdollahian juga mengkonfirmasi laporan sebelumnya tentang helikopter AS yang digunakan untuk mengirimkan peralatan militer kepada komandan senior ISIS, dan mengevakuasi pemimpin yang ditangkap.

“Kemudian, kami menemukan bahwa Amerika telah membawa beberapa dari mereka yang dievakuasi ke Afghanistan utara, beberapa ke Libya dan yang lainnya ke Yaman selatan,” ungkapnya.

Pejabat Suriah, Rusia dan Iran telah berulang kali menuduh AS melakukan hubungan yang baik dengan kelompok jihad Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Ketiga negara menuduh militer AS mengevakuasi para pangeran ISIS, dan melatih mantan militan jihad di kamp pengungsi Al Hasakah di timur laut Suriah.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Iran menuduh AS secara teratur mengevakuasi gerilyawan dari Suriah dan Irak. Klaim ini telah disuarakan oleh mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, yang mengklaim bahwa ISIS adalah “alat” yang digunakan oleh Washington di Afghanistan untuk mengejar tujuan yang lebih luas di wilayah ini.(SIN)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.