ADVONTURIR  ATAU PETUALANG KEHIDUPAN

254 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Penulis:

 

Muchtar Hasyim

 

Deskripsi kehidupan mahluk yang ada di permukaan bumi ini ternyata berjalan sesuai dengan kodratnya masing-masing, tidak ada suatu binatang melatapun dibumi melainkan Allah yang memberi rezekinya dan dia mengetahui tempat hidup binatang itu dan tempat penyimpanannya.

Dalam kitab suci Alqur’an Surat Al-Ankabut ayat 60 yang artinya dan berapa banyak binatang yang tidak membawa rezekinya sendiri, Allah- lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan dia maha mendengar dan maha mengetahui.

Begitulah Allah SWT menjelaskan rezeki buat mahluknya, khususnya binatang. Allah Langsung mengurusi mereka secara aktif. Binatang-binatang itu dijamin memperoleh rezekinya, selama kondisi alamnya ideal mengikuti Sunatullah terbaiknya. Sayang manusia tetap melakukan perusakan besar-besaran terhadap lingkungan hidup, sehingga banyak binatang yang mati karena kesulitan makanan. Sumber-sumber makanan mengalami kehancuran dan kemudian menyebabkan ketidak seimbangan ekosistim. kerusakan itu pada gilirannya bukan hanya menyebabkan kehancuran pada  habitat binatang, tetapi juga kerusakan sumber-sumber rezeki manusia.

Sebaliknya dalam kancah kehidupan manusia tentunya pasti  menghadapi Banyak persoalan. Perubahan dari suatu keadaan kepada keadaan yang lebih baik, maka sesungguhnya dari kehidupan ini kita harus mensyukuri nikmat Allah SWT sangat diperlukan. Bukan suatu kemustahilan bahwa perubahan keadaan suatu masyarakat akan memberikan keadaan yang nyata, yakni adanya perubahan tingkat hidup yang lebih baik.

Manusia dalam fungsinya sebagai khalifah Allah SWT di Bumi yang mengemban amanatnya mempunyai tugas serta kewajiban yang tidak ringan, manusia harus mampu mengolah, memanfaatkan serta memelihara alam seisinya untuk kesejateraan hidup manusia sendiri. Namun demikian tidak berarti bahwa hanya akal dan ilmu pengetahuan sajalah yang dapat menjamin kesuksesan hidup manusia dalam usahanya mewujudkan kesejateraan hidup, sebab satu kenyataan banyak kita jumpai kesulitan dan persoalan yang meragukan, tidak jarang diantara manusia yang terjerumus kedalam jurang kehidupan yang membinasakan.

Oleh karena itu dalam kehidupannya manusia senantiasa dihadapkan pada problem emergency, karena dalam persaingan layaknya unggul dari orang-orang disekitarnya. Apa yang mendasari keinginan manusia ingin unggul dari kehidupan ini, tentunya ingin kehidupan yang baik dari sisi ekonomi, harga diri di masyarakat. Akan tetapi Kalau pemenuhan kebutuhan belum terpenuhi, maka dalam dirinya bisa terjadi defektif yang melahirkan kegagalan dalam kehidupannya.

Advonturer atau petualangan kehidupan sederhana saja pada kehidupan masyarakat nelayan mencari kehidupan mengarungi lautan yang tentu beresiko tetapi tetap rutin dilakukan untuk kehidupan isteri dan anak namun hasil didapat belum sebanding dengan pengorbanan. Ketika mereka kembali kadang-kadang perolehan ikan hanya sedikit sementara biaya hidup tidak mencukupi. Sebaliknya kehidupan masyarakat petani yang penuh tantangan bekerja pagi dan sore tanpa mengenal lelah belum juga menikmati hasil maksimal. Disisi lain kehidupan pedagang atau wirausaha yang menguasai pasar biasanya memperoleh hidup yang layak , memiliki modal besar dan tentunya akan mudah ekspansi usaha disemua lini

Dalam kehidupan politik para politisi berusaha mencari kehidupan yang lebih baik, tetapi apabila dikelompoknya atau dipartainya tidak mendapatkan peluang lagi, maka ia rela meninggalkan partainya dan mencari partai lain. Namun disoroti masyarakat sebagai petualang politik tidak akan menurunkan semangatnya untuk mendapatkan posisi lebih baik. Mengapa demikian karena menjadi politisi apalagi ketua partai tentu bisa mencalonkan diri sebagai pemimpin ataupun calon legislatif. Meniti karir dipartai politik adalah pekerjaan yang tidak mudah, apalagi sampai berhasil mencalonkan diri dan terpilih sebagai Kepala Daerah, katakanlah Provinsi , Kabupaten/ Kota adalah sungguh luar biasa karena mengendalikan pemerintahan. Kondisi demikian akan mempengaruhi jalur birokrasi karena bisa terjadi pergeseran jabatan dalam SKPD bahkan sampai kepada Non Job.

Para pejabat dilingkungan Pemda merasa diri berprestasi dalam tugas sudah tidak percaya diri, karena kemungkinan besar bisa di non job atau dimutasi ditempat lain.Akibat seperti ini karena dalam pencalonan kepala daerah ada sikap mendukung dan tidak mendukung. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendukung tentu tidak ragu karena posisi mereka bisa bertahan, tapi yang tidak mendukung barangkali bisa di Non Job. Hal ini Kita bisa lihat pada daerah yang sudah memenangkan pemilihan kepala daerah.

Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti kepala SKPD maupun dibawahnya yang di Non job atau dimutasi ditempat lain harus sadar dengan situasi seperti ini. Dalam  Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5 Tahun 2014 dijelaskan bahwa pegawai  Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik

Dalam PP No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai Aparatur Sipil Negara menyatakan bahwa setiap pegawai ASN dilarang memberikan dukungan kepada calon kepala daerah / wakil kepala daerah dengan cara :

  1. Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon kepala daerah/wakil kepala daerah.
  2. Menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye.
  3. Keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.
  4. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap psangan calon yang terjadi pada peserta pilkada sebelum dan sesudah masa kampanye meliputi ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada Aparatur Sipil Negara dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat.

Bagi Pegawai Aparatur Spil yang melanggar akan dikenakan sanksi hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, penindakan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan tidak hormat atas permintaan sendiri, sebagai Aparatur Sipil Negara dan pemberhentian tidak dengan hormat

Kaitannya dengan panwas Pemilu  kalau ada yang melanggar dapat bertindak sesuai dengan PP ini.

Ketika Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di Non Job Tentu akan mengurangi pendapatan mereka dibandingkan yang masih aktif. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru dilantik dapat dikatakan mendapatkan kesejateraan yang meningkat karena difasilitasi dengan Kendaraan Roda Empat, Roda dua dan fasilitas lainnya. Pejabat yang non Job tentunya tidak kehabisan akal dia berusaha dengan cara apapun melakukan upaya  untuk mendapatkan jabatan karena dimasyarakat Pejabat yang non Job merupakan penilaian yang kurang bagus.

Satu kelemahan yang muncul ketika pejabat yang di non Job biasanya kurang disiplin lagi melaksanakan tugasnya karena alasanya tidak ada tempatnya lagi dalam jabatan, sehingga tanggung jawabnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dari uraian diatas kita dapat mengambil suatu kesimpulan, bahwa pejabat birokrasi hanya ingin mendapatkan posisi jabatan, tetapi ketika diluar jabatan akan mempengaruhi kinerjanya.  Seharusnya mereka sadar ada jabatan maupun tidak ada jabatan tetap melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Keadaan demikian dapat merugikan pemerintah daerah disegi pelayanan masyarakat.***

 

 

You might also like More from author