Pejabat dan Tamu Manca Negara Salut Pada Pengagas Festival Budaya Tua Buton

96 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

PASARWAJO-Festival Pesona Budaya Tua Buton 2018 sukses digelar. Event ke VI yang konsisten digelar Pemkab Buton ini menuai pujian sejumlah pihak. Salah satunya Gubernur Sultra terpilih, Ali Mazi.

Ali Mazi menilai pertunjukan budaya tua Buton merupakan warisan leluhur yang perlu dipertahankan. Setelah dilantik menjadi gubernur devinitif, dirinya memastikan Festival Pesona Budaya Tua Buton akan mendapatkan dukungan pemerintah provinsi.

“Festival Pesona Budaya Tua Buton merupakan karya yang luar biasa. Sebagai tokoh masyarakat Sultra dan salah satu putra yang lahir di Buton, saya mengapresiasi kepada Bupati Buton La Bakry dan Mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun yang telah menggagas kegiatan tersebut sejak tahun 2012 silam,” ungkap Ali Mazi, Minggu 26 Agustus 2018.

Ali Mazi juga takjub dengan perkembangan pembangunan di Kabupaten Buton. Sebelumnya Gubernur Sultra periode 2003–2008 ini hanya mendengar cerita dari banyak kalangan tentang Takawa.

“Saya awalnya hanya mendengar cerita. Saya pikir ini hanya festival budaya biasa. Dan setelah saya melihat langsung ternyata di lokasi Takawa ini, sudah berdiri pusat perkantoran yang begitu luar biasa,” tambahnya.

Pujian juga datang dari perwakilan Kementerian Pariwisata RI. Asisten Deputi Pemasaran Regional III, Riski Fauzi menilai Festival Pesona Budaya Tua Buton memiliki nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat. Pengrajin tenun tradisional juga mendapat dampak ekonomi dalam event tersebut.

“Kemarin saya jalan-jalan dan ternyata semua kain yang ditenun oleh para penghrajin sudah diselesaikan (dibayar) dan diberikan kepada para tamu yang datang. Ini membuktikan nilai ekonomi kegiatan ini tercapat,” paparnya.

Perwakilan Kementerian Pariwisata juga terpukau dengan warisan kebudayaan buton yang dimiliki Buton sebagai bagian dari eks Kesultanan Buton. Dari simbol dan sejumlah ornamen yang terlihat pada pakaian adat Buton dinilai memiliki keterkaitan dengan Cina.

“Saya pernah melihat dandanan ini mirip dengan yang ada di Cina, ini tentu harus dipecahkan apakah ini memiliki keterkaitan atau tidak. Ini ada sesuatu yang dalam tanda petik memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara dari cina,” paparnya. (adv)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.