Busel Bakal Bangun Industri Garam Terbesar Se-Indonesia Timur

701 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Diam-diam prodak hasil produksi daerah Buton Selatan (Busel) yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sudah menembus pasar Kota Baubau. Saat ini, pemerintah sedang berusaha mengeluarkan izin penjualan dari Balai POM.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPM) Busel, Amrin Abdulah mengatakan sejak lama usaha ini sudah bergerak. Bahkan sampel produksi sudah diantar di kementerian untuk dilakukan uji leb sebagai syarat legalitas. Bila semua prodak sudah berbadan hukum, lanjutnya, nantinya akan dijual dipasaran seperti prodk lainnya. “Nah disinilah fungsi koperasi Bumdes merangkul ini, terutama dalam hal pemasaran, pembersiahan lahan dan penyediaan bibit. Begitu juga di bahari, Bumdes membantu dalam hal kemasan,” kata Amrin.

Ia melanjutkan, Adapun Prodak yang telah dihasilkan saat ini yakni Kopi Jahe yang diroduksi di desa Hendea, Pengelolaan ikan abon di Desa Bahari dan pengelolaan bawang goreng di Lapandewa. “Sekarang ini tinggal kita menunggu badan POM. Tapi kalau masyarakat Baubau sudah banyak yang mengambil hasil ini,” tambahnya.

Selain tiga prodak tersebut, pemerintah Kecamatan Siompu Barat sedang menyiapkan empang yang akan memproduksi garam terbesar se Indonesia Timur. Sesuai degan rencana, proses produksi akan dilakukan pada 2019 mendatang. “Saat ini tempat pengolahannya baru dibuka, namun sampelnya itu sudah didapat. Hasilnya itu kualitasnya sangat bagus, tinggal di produksi. Dan tahun 2019 ini sudah bisa memproduksi,” paparnya.

Kusus untuk air mineral, itu dipusatkan di desa Wakinamboro, kecamatan Siompu. Ini juga dikelola melalui Bumdes. Hal ini dilakukan untuk meringankan modal anggaran masyarkat dan akan kebali menjadi keuntungan masyarakat desa melalui PADes. (Dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.