Barang Bukti Kayu Ilegal Hilang di Kantor Kehutanan, Kepala KPH Lakompa Diduga Jadi Sutradara

792 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Batauga-Dua Unit truk pengangkut kayu ilegal jenis sonokeling yang diamankan di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lakompa tiba-tiba hilang, Minggu (16/9). Kuat dugaan ada oknum yang sengaja meloloskan mobil beserta kayu tersebut.

Salah satu anggota polisi kehutanan (polhut) KPH Lakompa, Julius mengungkapkan, pasca penangkapan pada Selasa (11/9) malam lalu, dirinya bersama tiga rekannya yakni, Anwar dan Zainal langsung mengamankan barang bukti yakni mobil beserta kayu sonokeling sebanyak 13 kubik di Polsek Batauga. Mengingat waktu penitipan alat bukti di Polsek telah lewat dari batas waktu yang ditentukan dan dokumen laporan kejadian (LK) belum rampung sepenuhnya, pihaknya kemudian memindahkan kayu dan mobil tersebut di kantor KPH Lakompa yang terletak di kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Sabtu, (15/9). “Batas Waktu penitipan alat bukti di polsek ini kan kita ketahui 3 kali 24 jam. Karna polsek juga tidak mau ambil resiko makanya poihak polsek mengembakikan ke KPH. Jadi itu hari tidak sempat lagi kita lakukan tindakan untuk mengembalikan barang bukti lantaran sopir truk nya yang pegang kunci mobil. Akhirnya nanti jam 8 malam baru bisa kita ambil tindakan memindahkan mobil dari polsek ke KPH,” kata Julius saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (17/9).

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, lanjutnya, kayu tersebut disembunyikan oleh pemiliknya, Ismail (46) dengan modus meminta mobil yang mengangkut kayu tersebut lantaran pemilik mobil telah mendesak sopir untuk mengembalikan karena telah lewat dari masa penyewaan kendaraan. Bahkan pemilik mobil mengancam memecat sopir truk yang mengangkut kayu ilegal tersebut. “Itulah alasannya mengapa mobil dan kayu itu bisa keluar dari kantor. Makanya saya juga sempat marah karena kenapa berani dikeluarkan itu mobil, sementara mobil itu belum lama dipindahkan dari Polsek,” tambahnya.

Ia juga mengaku telah berusaha meminta kepada Ismail agar mengembalikan mobil dan kayu tersebut kepada pihak KPH, namun Ismail bersikeras tak mau mengembalikan kayu tersebut. “Dia (Ismail,red) katakan, siapapun yang tanya dimana kayu itu dia tidak akan tunjukan dimana, kecuali penyidik. Kalau penyidik yang minta baru dia akan tunjukan,” katanya.

Informasi yang ia dapat, mobil tersebut keluar dari kantor KPH pada Senin (16/9) dini hari. Sebap pada Minggu (15/9) malam, ia bersama rekannya masih berada di kantor sampai pukul 22:00 WITA. “Saya pikir sudah ada penjaganya makanya saya pulang bersama pak anwar,” ungkapnya.

Menuruttnya, Sebaiknya mobil itu ditahan dulu mengingat kasus ini masih dalam proses penyidikan. Apalagi secara hukum mobil tersebut merupakan salah satu alat bukti perbuatan ilegal logging. Jika pemilik mobil ingin mengambil kembali mobilnya, seharusnya dibuatkan berita acara pinjam pakai. “Memang penjagaan kita tidak terlalu afektif. Ada penjaga kantor tapi tidak bisa diharapkan juga. Makanya kalau ada yang mengaku bahwa pengeluaran kayu dari kantor ini sudah ada izin dari KKPH sebaiknya diklarifikasi kembali. Karena Kepala KPH, Lamberi itu telpon saya, dia katakan cari tahu dulu siapa yang bilang kalau kayu itu keluar sudah seizin KKPH,” imbuhnya.

Ia mengaku tak mengetahui siapa oknum pemain dalam kasus ini. Yang pasti sebagai anggota polhut, ia mengaku telah menjalankan tugasnya dengan menangkap dan memindahkan barang bukti dari Polsek ke kantor KPH. “Untuk mengetahui kayu tersebut berasal darimana, sudah pasti telah ada proses penyidikan lacak balak. Sementara ini masih dalam proses penyidikan. Makanya kemarin saya marah juga. Kenapa kayu ini bisa diambil, sementara saya yang amankan ini kayu,” geramnya.

Kasus ini kini diserahkan langsung oleh dinas kehutanan provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Itu dilakukan atas permintaan langsung dari anggota polhut KPH Lakompa melalui kabidnya, Anwar. “Jadi menurut hasil penyidikan kami sementara, dokumen yang dipegang saat itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Disamping dokumenyan tidak lengkap, plat mobil yang digunakan dimobil itu tidak sesuai dengan yang asli. Artinya mereka ganti plat mobilnya. Untuk kelanjutannya nanti kita tunggu hasil penyidikan dari provinsi. Karena besok saya sudah ada panggilan di kendari. Bisa jadi ini persoalan hilangnya mobil itu,” tutupnya. Beredar informasi kalau Kepala KPHP Lakompa, Lamberi menjadi sutradara dibalik hilangnya barang bukti kayu illegal. Syangnya, Lamberi yang hendak dikonfirmasi dikantornya tak pernah dijumpai. Yang bersangkutan juga tak pernah beritikad baik mengangkat telepon selulernya untuk mengklarifikasi pemberitaan seputar kayu ilegal yang ditangkap Polhut di wilayah kerjanya. (Dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.