Busel Paparkan Kesiapan Daerah Terkait Program SKPT di KKP

298 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Jakarta-Kesiapan pemerintah daerah Buton Selatan (Busel) dalam pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) semakin matang. Itu diketahui saat Pemda bersama DPRD Busel memaparkan sejumlah kesiapan daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Selasa, 18 September 2018.

Pertemuan itu dipimpin langsung Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantyo Satya Purwadi dihadiri. Sedang dari Pemda Busel dihadiri langsung Plt Bupati Buton Selatan H. Arusani, yang didampingi Kepala Bappeda, Sufi Hiksanuddin, Kepala Dinas Koperasi, Amril Tamim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, La Ode Mpute, Kepala Dinas Perumahan, Ir Sunaryo Mulyo dan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, La Ode Safi’i. Sedang dari DPRD dihadiri oleh La Muhadi, Hasan Alif, La Joemi, Ashadin dan La Zaeu.

Dalam pertemuan tersebut Plt Bupati Buton Selatan menyampaikan kesiapan dan langkah-langkah yang sudah dilakukan daerah terkait dengan implementasi program tersebut. “ Pada tahun ini Pemda telah menerbitkan 3 Keputusan Bupati terkait penepatan lokasi SKPT, tim percepatan dan tim pendukung percepatan di pulau Kadatua” kata Arusani.

Pemerintah daerah juga telah melakukan identifikasi lahan yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur SKPT yang direncanakan pada tahun 2019 mendatang. “Kami juga akan menyiapkan APBD 2019 sebesar Rp 8 miliar untuk mendukung SKPT” tambah Arusani.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Busel, La Ode Safi’i merincikan, nilai produksi ikan Buton Selatan pada tahun 2015 mencapai Rp 535 miliar dari sekitar 32.821 ton volumen produksi ikan yang dihasilkan. Jumlah ini belum seberapa jika dilihat dari WWP 731 dan 714 dari hasil tangkap 1,1 juta ton.

Kata dia, Rendahnya produktivitas tangkap nelayan Buton Selatan disebabkan terbatasnya armada tangkap. Dari data yang ada, jumlah kapal tercatat hanya 2.122 unit. Sedang kapal penangkap ikan berukuran 3 GT berjumlah 1632 unit. “Selain itu, sarana pendukung pengolahan ikan di PPI Sampolawa belum tersedia. Belum ada TPI dan pelabuhan di PPI Sampolawa. Hanya ada pabrik es 5 ton, ABF 3 ton dan coldstorage 30 ton” tambahnya.

Berdasarkan hal tersebut, lanjutnya, Pemda Busel berharap kepada KKP agar mengakokasikan pembangunan demaga di PPI Sampolawa dan penambahan armada penangkapan ikan pada 2019 mendatang. “jadi total usulan pembangunan SKPT Buton Selatan tahun 2019 sebesar Rp Rp 88,5 miliar,” rincinya.

Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantyo sangat mengapresiasi tekad dan semangat Pemda Buton Selatan dalam merespon rencana pemeritah pusat. Buton Selatan merupakan satu-satunya lokasi non PPKT yang masuk dalam Permen KP 51/2016 tentang Penetapan Lokasi SKPT.” Sampai saat ini Permen tersebut belum dicabut dan masih berlaku, sehingga hasil pertemuan hari ini akan saya laporkan dan meminta arahan ibu Menteri untuk tindaklanjutnya” kata Brahmantyo. Selanjunntya Dirjen Pengelolaan Ruang Laut berjanji akan melakukan kunjungan langsung ke Buton Selatan untuk memastikan data dan kesiapan pemeerintah yang dipaparkan hari ini memang benar adanya. (Dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.