LPKP Sultra Ancam Polisikan Kepala KPH Lakompa

375 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Ketua Lembaga Pemberhati Kebijakan Publik (LPKP) Sultra, La Ode Tuangge mengancam bakal melaporkan kepala kantor Kawasan pengelolaan Hutan (KPH) Lakompa, Lamberi atas dugaan konspirasi jahat terkait lolosnya dua unit truk yang memuat kayu ilegal jenis sonokeling di kantor KPH.

Pasalnya, hingga kini, Lamberi enggan memberi kejelasan kepada publik maupun media massa terkait dengan perkembangan kasus tersebut.

“Kenapa sampai hari ini tidak ada kejelasan terkait dengan kasus ini? kemudian ada apa barang bukti itu bisa lolos dari kantor KPH?Jangan sampai sudah ada kongkalikong antara pihak KPH dengan pemilik kayu termasuk buyer nya, H Akbar yang di Muna barat itu,” kata Tuangge saat di konfirmasi melalui sambungan teleponnya, Sabtu (29/9).

Lanjut, sangat ironis apabila mobil yang memuat kayu ilegal itu sampai lolos dari kantor KPH. Sementara kantor KPH memiliki porsenil kepolisian hutan dan anggota penjagaan kantor. “Dugaannya sangat kuat ada instruksi dari pimpinan kantor. Karena tidak.mjngkin anggota berbuat tanpa sepengetahuan pimpinan,” nilainya

Ia mengaku akan melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib atas dugaan konspirasi jahat dalam upaya meloloskan barang bukti truk berisikan kayu langka ilegal jenis sonokeling. “yang saya sayangkan kenapa saat kita konfirmasi menanyakan hal itu Lamberi malah mematikan handphone nya kemudian menyuruh orang lain untuk untuk menghubungi saya? Bisa jadi konspirasi ini sudah sampai kemasyarakat,” ungkapnya.

Saat wartawan ini berusaha mengkonfirmasi, kepala KPH Lakompa, Lamberi enggan menanggapi. Hal seperti ini sudah sering dilakukan Lamberi.

Perlu diketahui juga bila kasus ini sudah sampai pada tingkat provinsi. Hanya saja, pihak provinsi juga enggan menanggapi sambungan seluler wartawan ini yang hendak meminta keterangan terkait kasus yang merugikan daerah itu. Padahal, pihak penyidik dinas kehutanan provinsi sudah menurunkan tim penyidik untuk melakukan lacak balak. (Dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.