Kayu Barang Bukti Hilang, KPH dan Anggota Saling Tuding

449 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Batauga-Setelah sekian lamanya bungkam, kepala KPH Lakompa, Lamberi akhirnya angkat bicara perihal lolosnya dua unit truk di kantor KPH beberapa waktu lalu. Kata dia, dirinya tak pernah memerintahkan anggotanya mengeluarkan truk yang mengangkut kayu ilegal jenis sonokeling.

“Saya tidak pernah perintahkan mereka (Julius cs) untuk lepaskan itu mobil. Maknya saya bilang sama mereka untuk diklarifikasi kembali itu,” ungkap Lamberi saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya.

Ia juga mengaku tak mengetahui perihal lolosnya mobil tersebut dari kantornya. Sebab dirinya sempat memerintahkan Julius melalui pesan WhatsAppnya agar menjaga dan mengamankan kunci mobil tersebut. “Tapi mereka (Julius) pernah konsultasi pada saya, tapi bukan untuk memuat kayu. Jadi mereka tidak bisa mengatakan bahwa itu izin saya,” tambahnya.

Tidak hanya anggotanya, ia juga sempat mengingatkan kepada Buyer kayu ilegal tersebut yang diketahui adalah anggota DPRD Muna Barat (Minat), H Akbar agar berhati-hati “bermain” kayu di Busel, apalagi menyangkut kayu sonokeling. Pasalnya, tak ada pohon sonokeling yang tumbuh di area peruntukan lain (APL) di Busel. “Tapi dia (H Akbar) bilang katanya ada, saya tanya Tanya dimana, katanya di lawela. Saya sampaikan kalau ada hubungi kepala desanya kemudian dibuatkan SKT yang ditandatangani oleh pertanahan, supaya saya bawa di dinas. Supaya itu kita uruskan PHTnya jika memang itu ada di APL,” ungkapnya.

Namun berdasarkan data, tak ada kayu sonokeling yang tumbuh di kawasan Lawela, kecamatan Batauga. “Jadi saya tidak tahu kayu Sonokeling ini darimana, tapi menurut yang punya kayu (Ismail) ini katanya kayu itu dari Todombulu, Sapolawa. Jadi persoalan ini saya tidak tahu karena saya masih berada di Kendari,” tambahnya.

Menurutnya, persoalan ini hanya akal-akalan yang dibuat oleh anggotanya yang tidak lain adalah Julius CS yang ingin mengkambing hitamkan pimpinan saja. “Itulah yang harus diklarifikasi supaya itu jelas. Jangan sampai ada opini saya yang izinkan itu kayu keluar, padahal saya tidak tahu sekali pemuatan kayu itu,” bebernya.

Ia mengaku sengaja mendiamkan persoalan ini kepada publik termasuk media massa karena ingin mengetahui sejauh mana kinerja anggotanya dalam persoalan kayu di Busel dengan para Buyer dan pemilik kayu. “Maknya selama ini saya diam karena saya hanya ingin tahu sejauh mana ini pekerjaan bawahan saya. Ternyata sudah jelas bahwa yang konsultasi dengan saya itu bukan yang muat kayu di todombulu itu, tapi H Akbar. Yang mereka tudingkan kesaya ini bahwa saya telah bersepakat denganpemilik kayu, Ismail,” tuturnya.

Sebelumnya, polisi kehutanan (polhut) KPH Lakompa, Julius mengaku jika proses pengangkutan kayu dari Todombulu, Kecamatan Sampolawa itu sudah mendapat persetujuan dari kepala KPH Lakompa, Lamberi. Tidaknya pada proses pengangkutan dari TKP saja, lolosnya kayu di kantor KPH juga adalah kebijakan Lamberi. Dny

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.