Bawa Kabur Barang Bukti Kayu Sonokeling, Ismail Sang Pemilik Kayu Salahkan Polres Baubau

349 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BATAUGA-Meski sempat lolos dari pengawasan Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KKPH) II Lakompa, kayu sonokeling yang diduga ilegal asal Todombulu, Kecamatan Sampolawa berhasil diamankan kepolisian polres Baubau beberapa waktu lalu.

Namun pemilik kayu, Ismail (45) menyesalkan sikap aparat kepolisian yang bertindak tanpa sepengetahuannya.

Menurut Ismail, sesuai dengan catatannya, jumlah kayu yang sudah berbentuk balok itu sebanyak 199 batang.

Namun saat ditampung di TPK pantai nirwana, kayu tersebut sebagian hilang dicuri. “Kayu itu sekarang ada di Polres 36 dan Polsek 10 batang. Sementara yang lainya itu dicuri,” kata Ismail saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum lama ini.

Ismail seolah menyalahkan Polres Baubau atas hilangnya barang bukti tersebut, dan dia mengaku sangat menyesalkan sikap aparat kepolisian yang mengangkut kayu tersebut tanpa sepengetahuannya. Apalagi dirinya telah merugi lantaran sebagian kayunya lebih dulu hilang dicuri.

“Kalau pemindahan dari polsek ke KPH itu saya tahu, karena itu sama-sama saya. Nah hilangnya kayu ini di TPK kami yang terletak di Pantai nirwana. Jadi yang hilang itu 153 batang,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakan, dirinya tidak mengetahui siapa pencuri kayunya itu. Bahkan ia sempat menanyakan kepada anggota kepolisian yang saat berjaga perihal hilangnya kayu itu.

“Saya konformasi dengan pihak polsek, polsek juga tidak tau, mereka hanya ambil sisanya itu. Kalau mobilnya kini sudah sama pemiliknya. Ada yang di Raha dan Ada yang di Wakatobi,” ungkapnya.

Sebelum diamankan satuan polres Baubau, kayu berserta dua unit truk pengangkutnya ini sempat ditahan di kantor KPH Lakompa yang terletak di kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga.

Kayu ini ditahan karena tidak mengantongi dokumen resmi. Namun kayu ini tiba-tiba hilang saat masih dalam pengawasan KPH. Menurut anggota polhut KPH Lakompa, Julius, lolosnya kayu tersebut atas persetujuan kepala KPH Lakompa, Lamberi.

“Kasus ini tinggal tunggu ketentuan dari pihak KPH. Tapi ampai hari ini saya tidak tahu sudah sampai dimana. Saya sebagai korban disini belum pernah dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” bebernya

Keterangan Ismail yang mengaku menitipkan kayunya di TPK pantai nirwana dibantah oleh pemilik TPK, Dafili. Kata dafili, Ismail tidak pernah menampung kayu di tempatnya.

“Jangan dia bicara sembarang itu Ismail. Tidak pernah dia simpan disini kayunya,” geram Dafili saat dikonfirmasi wartawan ini di TPKnya, Rabu (4/10).

Tidak hanya sampai disitu, Dafili mengaku akan melaporkan Ismail kepolisi karena telah mencemarkan nama baiknya.

“Jangan dia lihat kita begini terus seenaknya dia (Ismail) bicara. Tidak pernah ada kayu sonokeling di tempatku ini. Tapi saya akan laporkan kejadian ini polisi,” kata Laule, sapaan akrab Dafili.(dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.