H. Akbar, Lamberi Dan Julius Berperan Penting Dalam Kasus Hilangnya Brang Bukti Kayu Ilegal

740 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

-Julius Akui Terima Uang yang Diduga Suap

BATAUGA-Teka teki siapa yang berperan dalam kasus hilangnya barang bukti kayu sonokeling ilegal yang sempat diamankan di kantor KPH Lakompa, Batauga, maikin terkuak. Dugaan adanya konspirasi jahat dalam meloloskan kayu ilegal dari Buton Selatan (Busel) itu, juga sudah terang.

Sesuai keterangan Ketua Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Sultra, Laode Tuangge, berdasarkan fakta penelusuran dan keterangan dari beberapa sumber, bayer atau pemodal kayu ilegal tersebut adalah oknum anggota DPRD Mubar dari partai Hanura, bernama H Akbar.

Kata Tuangge, H Akbar diketahui memeberi uang sebesar Rp 2.500.000 kepada oknum anggota polisi kehutanan bernama Julius,agar meloloskan kayu sonokelingnya yang ditahan di kantor KPH Lakompa.

Kata dia, uang itu diberikan untuk keperluan mobilisasi.
“Uang itu diserahkan langsung H Akbar kepada Julius di pantai kamali pada malam hari,” kata Tuangge kepada wartawan.

Lebih jauh dikatakan, uang itu diberikan kepada Julius atas perintah kepala KPH Lakompa, La Mberi. “Jadi pak H akbar ini kalau dia katakan tak terlibat dalam kaaus tersebut, lalu uang yang diberikan kepada Julius itu apa hubungannya,” tanya Tuangge.

Menurutnya, sesuai dengan ketentuan undang-undang MD3, H Akbar telah melakukan pelanggaran dengan melibatkan diri dalam sebuah konspirasi kejahatan yang merugikan daerah. Tidak hanya itu, H Akbar juga diduga kuat melakukan tindak pidana suap atau gratifikasi untuk meloloskan kayu sonokeling ilegal.

“Saya tantang mereka semua itu kalau saya salah,” geramnya.

Sementara itu, oknum Anggota polisi kehutanan KPH Lakompa, Julius mengakui bahwa dirinya telah menerima uang yang diduga suap dari dari H Akbar.

Namun semua yang dilakukan itu atas perintah dari kepala KPH Lakompa, La Mberi. “Benar saya terima uang itu. Tapi saya tidak pernah meminta uang itu. Itu uang sampai ke saya atas perintah pak La Mberi,” ungkapnya.

Ia juga mengaku jika uang itu diberikan langsung oleh H Akbar. Alasannya, uang tersebut digunakan untuk biaya mobilisasi.
“Jadi saya tidak pernah datang ambil itu uang, saya dibawakan langsung H Akbar.

Setelah saya kasih pindah itu kayu dari Polsek Batauga, ke kantor KPH, saya langsung datang di kotamara. Tiba-tiba haji Akbar datang disitu memberi saya uang. Katanya uang ini untuk anggaran mobilisasi katanya.

Julisu berharap kasus ini segera diproses secara hukum agar ia dapat membongkar semua persoalan, termasuk konspirasi yang melibatkan kepala kantor KPH Lakompa, La Mberi dan oknum Anggota DPRD Muna Barat, H Akbar.

“Mauku saya diproses saja kasus ini, supaya kita buka-bukaan. Kalau tidak percaya konfirmasi juga dengan H Akbar. Tanyakan sama beliau perihal siapa yang suruh bawakan uang kesaya, La Mberi atau saya yang minta,” tukasnya.

Sementara itu, H Akbar tidak menghiraukan sambungan telponnya saat hendak dikonfirmasi wartawan. H Akbar juga tak membalas pesan singkat perihal pertanyaan wartawan. (dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.