Ismail Dituding Lakukan Pembohongan Publik

381 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

-Terkait kayu Sonokeling yang katanya disimpan di TPK pantai nirwana

Batauga-Selain membongkar dugaan konspirasi jahat yang dilakukan oknum Anggota DPRD Muna Barat dan Kepala KPH Lakompa, La Mberi, ketua Lembaga Pemberhati Kebijakan Publik (LPKP) Sultra, Laode Tuangge juga membeberkan kebohongan pemilik kayu sonokeling ilegal, Ismail.

Kata dia, berdasarkan penelusurannya, Ismail tak pernah menitip kayu jarahannya di tempat penampungan kayu (TPK) pantai nirwana seperti yang dikatakan beberapa waktu lalu. “Memang omong kosong itu dia bilang kayu itu dia tampung di TPK, itu kayu dibongkar di hutan dekat pantai nirwana. Saya sudah masuk di lokasi. Jarak masuknya itu lebih dari satu kilo meter. Di hutan di rumput-rumput. Tapi waktu kita datang kayu itu sudah tidak ada. Yang ada itu sisa puing-puing,” beber Tuangge.

Ia juga mengaku sudah menemui langsung pemilik TPK pantai nirwana, Dafili. Hasilnya, kayu tersebut tidak pernah dititip di TPK tersebut. “Saya ini sudah kroscek di TPK, termasuk ketemu dengan sopir yang mengangkut kayu itu. Sopir itu akui juga kalau kayu itu dibongkar di hutan di tempat yang saya bilang tadi,” tambahnya.

Menurut pengakuan sopir, lanjutnya, sebelum melakukan bongkar muatan, Ismail terlebih dulu meneguk miras bersama sopir. Mengetahui para sopir telah mabuk tak sadarkan diri, Ismail kemudian mengambil kunci mobil yang tersimpan saku celana sopir dan melancarkan aksinya. “Mereka minum di hotel debora,” katanya.

Saat ini, pihaknya sedang merampungkan semua bukti-bukti untuk kemudian melaporkan semua konspirasi itu kepada pihak kepolisian. “Saya ini tinggal menunggu keterangan dua orang lagi. Kalau audah rampung semua saya akan laporkan secepatnya,” tambahnya

Sebelumnya, kayu-kayu itu hendak dibongkar di pelabuhan Murhum, kota Baubau. Berhubung satu dan lain hal, mobil tersebut terpaksa keluar dari pelabuhan kemudian mengarah lokasi yang telah disiapkan lebih dulu yakni hutan yang tak jauh dari lokasi permandian pantai nirwana. Untuk masuk ke lokasi pembongkaran tersebut butuh jarak tempuh sejauh lebih dari satu kilo meter.

Ia berharap pihak kepolisian segera memanggil Ismail sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut. Apalagi barang bukti (BB) kayu sebanyak puluhan batang telah diamankan pihak kepolisian. “Kalau misalnya ismail ini dipanggil, semua polemik kasus ini akan jelas, Karena dia (Ismail) ini pemilik kayu,” tuturnya.

Penanganan kasus ilegal logging di Buton Selatan yang ditangani polres Baubau terkesan lambat. Padahal sejumlah barang bukti telah diamankan di polres. Bahkan polres juga telah meminta keterangan dari pemilik kayu.

Misalnya kasus penangkapan satu kontainer jati asal Wasambua, Kecamatan Batauga beberapa bulan lalu. Hingga kini, kasus tersebut terus mandek. Padahal, pihak kepolisian telah menetapkan ketua kelompok tani Wadalima, Arifin Pandu sebagai tersangka. Ironisnya, Arifin pandu hingga kini masih bebas berkeliaran. (Dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.