Begini Kondisi Kendaraan yang Dibakar Warga Desa Lawele

335 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

PASARWAJO- Minggu, 21 Oktober 2018 sekitar pukul 01.00 wita telah terjadi bentrok antara warga masyarakat desa Lawele dengan aparat Polres Buton dilapangan Desa Lawele Kec. Lasalimu Kabupaten Buton. Peristiwa tersebut terjadi di Lapangan sepak Bola, samping Baruga (rumah adat) Desa Lawele.

Informasi yang disampaikan tokoh masyarakat Desa La wele, La aniru, bentrok bermula dari rangkaian pesta panen yang merupakan pesta adat yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Sebagaimana biasanya, usai pesta panen, warga setempat selalu melanjutkan dengan acara joget bagimuda mudi. Namun tahun ini, kepolisian tidak memberikan izin bagi warga untuk melaksanakan acara joget, dengan alasan keamanan.

Kondisi kendaraan roda empat yang dibakar warga Desa Lawele, Kabupaten Buton (foto;ist)

“Usai pesta adat, masyarakat meminta acara dilanjutkan deng

an acara joget, namun pihak kepolisian tidak mengizinkan mengakibatkan masyarakat melempar batu ke arah anggota Polres. Lalu anggota Polres membalas dengan tembakan gas air mata, sehingga masyarakat melakukan aksinya dengan lemparan batu secara bertubi-tubi sehingga anggota Poles mundur dan masyarakat melakukan aksi pembakaran kendaraan,” kata salah seorang warga Lawele.

Akibat dari kejadian tersebut, sejumlah kendaraan Patmor Dalmas dan 1 Unit Patwal Lantas dibakar warga.

Untuk kendaraan Patmor Dalmas yg terbakar sekitar 8 unit, kemudian korban personil Polisi sebanyak 1 orang bocor kepala terken lemparan batu.

Pasca insiden tersebut, polisi juga sudah mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran kendaraan roda empat dan roda dua. Mereka yang diamankan polisi antara lain berinisial, SAl (32), Il (16), AGS (17), HRD (23) dan SOF (21). Pantauan keptonnews.com dilokasi kejadian, hingga minggu pagi situasi masih mencekam, namun kepolisian dan TNI sudah bisa mengendalikan situasi. (is)

You might also like More from author