Gakum Provinsi Amankan Ratusan Batang Jati Ilegal

150 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BATAUGA-Aksi pencurian kayu di kawasan hutan Buton Selatan terus terjadi. Lemahnya pengawasan dari aparat berwenang diduga menjadi penyebab keluarnya “emas” berharga di bumi Gajahmada itu secara ilegal.

Pada Sabtu, (20/10) lalu, sedikitnya 200 batang kayu jati ilegal berhasil diamankan tim gabungan hukum (gakum) kehutanan provinsi Sultra di kelurahan Masiri, kecamatan Batauga. Kayu tersebut ditampung begitu saja oleh pemilik yang hingga kini belum diketahui.

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman, mengatakan, kayu tersebut kini telah diamankan di Polsek Batauga.

“Itu hanya di titip di Polsek, karena yang tangkap kayu itu tim dari tingkat satu, provinsi. Karena sudah malam, makanya kayu itu dibiarkan saja di TKP. Nanti besoknya baru diamankan di Polsek,” tutur Andi Herman saat di konfirmasi melalui telepon selulernya 23 Oktober.

Namun, lanjut AKBP, jumlah kayu yang dititip di Polsek tersebut sudah berkurang dari jumlah sebelumnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu dari LK dari pihak gakum. “Daripada nanti BB-nya habis dicuri orang, makanya diamankan di Polsek. Jadikan dalam aturan itu, proses penitipan barang bukti di Polsek itu 3 kali 24 jam,” tambahnya.

Salah satu warga setempat, Jafar mengungkapkan, aktifitas perambahan jati di hutan Batauga sudah kerap terjadi. Bahkan kayu tersebut dengan mudaH keluar dari hutan menuju pelabuhan Murhum kota Baubau.

Saat kayu tersebut diamankan, lanjutnya, dirinya sempat berinisiatif mengamankan kayu-kayu ilegal itu di kantor kelurahan Masiri. Hanya saja, lurah setempat, Basri menolak hal itu. “Makanya kita biarkan begitu saja itu kayu,” kesalnya. (Dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.