CPNS Yang Lolos Passing Grade di Busel Mendapat Perlakuan Kusus

605 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Batauga-Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin telah menerbitkan Peraturan Menteri PAN-RB (Permenpan) Nomor 61 tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil Dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

Plt, kepala badan BKD-SDM Buton Selatan (Busel), La Ode Firman Hamzah menjelaskan, permen tersebut diterbitkan untuk mengatur kembali regulasi seleksi CPNS yang tidak diatur dalam Permenpan 37. “Jadi nanti dalam permenpan 61 itu nanti kuota kosong akan mendapatkan legalitas untuk dapat terisi sesuai dengan peringkat terbaik. Artinya itu kami akan mengambil peserta CPNS ini dari peringkat tertinggi sampai ambang batas 255,” papar Firman.

Lebih jauh dijelaskan, jika dalam suatu jabatan diterima 10 orang sedangkan yang mencapai passing grade itu hanya lima, maka yang mencapai pasising grade ini masuk dalam kelompok satu. Artinya yang bersangkutan tetap melanjutkan tes seleksi kemampuan bidang (SKB) seperi amanah permenpan 37. Namun pada seleksi SKB itu, para peserta kelompok satu atau peserta yang mencapai nilai Passing grade pada seleksi kemampuan dasar (SKD) mendapat perlakuan tersendiri.

Sedangkan sisa kuota yang tak terisi akan mendapat legalitas seperti yang terterah dalam permenpan 61. “Jadi maksimalnya itu akan dikalikan tiga. Namun di dalam Permenpan itu tidak ada batasan atau wajib mengisi tiga kalinya tadi, tetapi hanya dikatakan mengisi maksimal tiga kalinya. Jadi tiga kali lima yang diberikan kewenangan yang mendapatkan peringkat terbaik dari total batasan 255 untuk bisa amendaptkan ikut dalam SKB,” tambahnya.

Setelah mengikuti tes SKB, proses selanjutnya adalah finalisasi. Finalisasi dilakukan melalui akumulasi nilai capaian SKD ditambah dengan nilai capaian SKB dengan presentase 40 pesen untuk SKD dan SKB 60 persen. “Memang para peserta yang lolos dalam passing grade juga sama-sama mengikuti seleksi SKB, hanya seperti yang saya katakan tadi bahwa perlakuannya berbeda. Kalau jenis perlakuaknnya saya tidak tau, yang pastinya akan berbeda karena mereka diatur dalam permenpan 37,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, master catur Sultra ini sedang dalam perjalanan menuju kementerian untuk memperjelas kembali regulasi terkait pengisian formasi selanjutnya. “Kita mau memperjelas kembali apakah bentuk pengisian formasih itu apakah kita mendapatkan langsung dari BKN atau seperti bagaimana bentuknya nanti mendapat petunjuk. Saat ini saya sedang menuju kesana (kementerian) untuk memperjelas hal itu,” tutupnya. Dny

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.