Pemerintahan AS Tamrin Raih Penghargaan Kota Peduli HAM Empat Kali Beruntun

26 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BAUBAU- Pemerintah Kota Baubau dibawah kepemimpinan Tampil Manis berhasil menyabet penghargaan Kota Peduli HAM 2018. Torehan emas ini mencatatkan Kota Baubau telah menerima penghargaan serupa empat kali beruntun.

Hebatnya, penghargaan tertinggi sebagai Kota Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM RI ini diserahkan langsung Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Penghargaan diterima langsung Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse.

“Benar, jadi baru-baru ini kita mendapat penghargaan Kota Peduli HAM 2018. Diserahkan langsung Wapres RI dan diterima Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse pada Selasa, 11 Desember lalu di Jakarta,” kata Arief Budianto Gavoer, S.IP, MH selaku
Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum dan HAM Setda Kota Baubau diruang kerjanya, Jum’at 14 Desember 2018.

Kata dia, penghargaan ini merupakan yang keempat kalinya secara beruntun sejak 2015 lalu. Penghargaan dari negara ini diberikan kepada daerah yang berhasil menerapkan atau melaksanakan penegakkan, penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Adapun kriteria penilaian suatu daerah ditetapkan sebagai Kota Peduli HAM dijelaskan dalam Permenkumham nomor 4 tahun 2016. Terdapat 83 kriteria yang dijabarkan kedalam hak atas kesehatan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, kependudukan, pekerjaan, perumahan, lingkungan yang berkelanjutan dan seterusnya.

“Alhamdulillah semua kriteria yang dimaksud dipenuhi Kota Baubau. Sebab semua kriteria itu sudah dituangkan dalam bentuk regulasi, semua sudah dipayungi,” katanya.

Dengan adanya penghargaan ini maka menandakan keberpihakan regulasi mengenai perlindungan HAM di Baubau sudah cukup bagus. Namun, pihaknya mengaku tak akan berhenti dititik ini untuk mengembangkan regulasi baru.

Kedepan, kata dia, sudah ada beberapa point yang akan dicanangkan melalui regulasi khususnya mengenai pendekatan perlindungan HAM ini. Diantaranya kawasan bebas rokok dan ketersediaan ruang khusus ibu menyusui baik diinstansi pemerintah maupun swasta.

Arief mengaku inti dari semua keberhasilan ini sebenarnya bukan hanya mengejar penghargaan semata. Namun melaksanakan penegakkan, penghormatan dan perlindungan HAM ini merupakan tugas dan tanggung jawab daerah.

“Itu sebenarnya intinya, namun ketika negara memberikan penghargaan maka itu adalah hal lain yang alhamdulillah mencerminkan keberhasilan kita. Tentunya ini sebuah kesyukuran bagi kita dan akan kita upayakan kedepan untuk terus memperbaiki kinerja khususnya mengenai perlindungan HAM ini,” katanya. (adv)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.