Mantan Bendahara Dinkes Busel Divonis Satu tahun

566 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

-H Djafar Bebas

Kendari-Setalah menjalani proses yang cukup panjang, dua terdakwa Kasus dugaan korupsi dilingkup dinas kesehatan, sosial dan penanggulangan bencana Buton Selatan (Busel) akhirnya diputus di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, Selasa (18/12) pukul 11:30 WITA.

Perkara dengan nomor register 50/Pid.Sus/2018 menyeret mantan Sekdin Dinkessos-BPBD, H Djafar dan mantan bendaharanya, Aliamin AMK.

Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin, Irmawati Abidin, SH., MH memvonis Aliamin AMK satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Bila yang bersangkutan tak membayar denda tersebut maka digantikan dengan hukuman dua bulan penjara serta mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 85 juta. Apabila terpidana tidak mampu mengembalikan uang tersebut maka pengadilan akan melakukan penyitaan harta Aliamin atau ganti rugi kurungan selama satu bulan penjara.

Sementara, mantan Sekdin Dinkessos-BPBD, H Djafar divonis bebas karena tidak terbukti terlibat dalam kasus yang merugikan uang negara tahun anggaran 2015.

Perkara ini adalah rentetan kasus Korupsi dengan Terpidana, Hamid, M.Kes yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas. Aliamin, Amk dan H. Djafar, S.Ip di dakwa dengan Pasal 2 sub Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penasihat Hukum H. Djafar, Imam Ridho Angga Yuwono, SH dan Achmad Fajar, SH merasa, putusan Hakim telah menyentuh sisi keadilan. Sebab Terdakwa H. Djafar, S.Ip benar-benar tidak menikmati uang negara. Melah kliennya merasa dirugikan pada saat merehabilitasi kantor dinas di tahun 2014-2015. Sedang Aliamin, AMK terpaksa mengeluarkan uang kas untuk diberikan kepada Terpidana Drs. Hamid. Kami sangat mengapresiasi pertimbangan hukum majelis hakim. (Dny)

You might also like More from author