Pemkot Berhasil Yakinkan Pemerintah Pusat Bangun Jembatan Buton-Muna

222 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

BAUBAU- Pemerintah Kota Baubau melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk menghadirkan mega proyek pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna. Jembatan penghubung ini akan menjadi akses sentral penunjang persiapan Kota Baubau menjadi Ibukota Provinsi Kepulauan Buton (Kepton).

Jika tak ada aral melintang, pembangunan jembatan ini akan mulai dibangun 2019 mendatang. Saat ini grand desain mega proyek itu masih sementara digodok.

“Informasi ini berdasarkan hasil rapat di kementerian PUPR beberapa waktu lalu. Ada tiga opsi lokasi yang diusulkan waktu itu, tapi kita berhasil meyakinkan mereka (Kementerian PUPR,red) agar dibangun diwilayah administrasi Kota Baubau. Makanya yang disepakati adalah Kolagana-Baruta,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau, Abdul Rahim, belum lama ini.

Kata dia, lokasi pembangunan yang berhasil diyakinkan yakni Kolagana-Baruta. Kolagana masuk wilayah administrasi pemerintah Kota Baubau, sedang Baruta masuk Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Oleh karena masuk didua wilayah administrasi pemerintahan daerah maka koordinasi lintas kabupaten/kota terus diintensifkan. Koordinasi ini perlu agar syarat penunjang pembangunan bisa difasilitasi.

Untuk mendukung pembangunan ini, Abdul Rahim mengaku rencana pembangunan proyek ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Baubau. Hal itu perlu, agar pembangunan proyek nasional ini sejalan dengan pembangunan Kota Baubau lima tahun kedepan.

“Kalau masuk RPJMD khan otomatis rencana pembangunan itu menjadi prioritas,” katanya.

Mantan Kadis PUPR Kota Baubau ini juga mengaku lahan pembangunan jembatan penghubung itu sudah disiapkan pemerintah Kota Baubau. Begitu juga dengan segala keperluan lainnya.

Ditanya berapa alokasi anggaran untuk pembangunan jembatan ini, Abdul Rahim mengaku belum mengetahui persis. Sebab anggaran proyek pembangunan jembatan ini berasal dari kementerian PUPR.

“Kalau anggaran itu bukan rana pemerintah daerah, kami hanya diminta menyiapkan lahan dan segala keperluan pendukung lainnya. Anggarannya itu dari pusat. Intinya pembangunan dimulai 2019 ini,” tandasnya. (adv)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.