Divonis Enam Bulan Percobaan, JPU Gakumdu Bawaslu Busel Naik Banding

701 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Batauga-Kepala Desa Lipu, Kadatua, Jamal Rais, Divonis terbukti melakukan tindak pidana pemilu di Pengadilan Negeri (PN) Pasarwajo, Rabu (19/12). Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sentra gakumdu Bawaslu Busel melakukan banding.

Berdasarkan hasil putusan pengadilan negeri Pasarwajo nomor 297/Pid.Sus/2018/PN.Psw, terdakwa Kepala desa Lipu, Kadatua, Jamal Rais, Divonis enam bulan masa percobaan. Artinya, Jamal Rais secara sah terbukti melakukan tindak pidana pemilu dengan menguntungkan salah satu peserta pemilu. Namun terdakwa Jamal Rais tidak menjalani proses hukuman kurungan penjara.

Pembina Sentra Gakumdu Bawaslu Busel, yang juga Jaksa Penuntut Umum, Hamrullah, SH menjelaskan, berdasarkan Perbawaslu nomor 31 tahun 2018, sentra gakumdu yang didalamnya tergabung kepolisian, kejaksaan dan Bawaslu diamanahkan untuk melakukan pembahasan keempat setelah adanya putusan pengadilan.

Dari hasil pertemuan itu, lanjut Hamrullah, jaksa penuntut umum akan melakukan upaya hukum banding dengan harapan mendapatkan keadilan sesuai tuntutan jaksa. “Kami melakukan upaya banding ini karena dari putusan dari pengadilan tidak mengambil alih pertimbangan hukum kami sebagaimana lagi dalam surat tuntutan. Sebab dalam tuntutan kami itu terdakwa menjalani kurungan pidana. Namun dalam perkara ini ada beda pendapat dan ada pertimbangan hakim dalam putusannya sehingga kami tetap menjunjung tinggi putusan tersebut. Namun kami akan menguji kembali putusan hakim tersebut pada jenjang lebih tinggi lagi,” papar Hamrullah dalam konferensi pers nya di salah satu tempat di kota Baubau, Rabu (19/12).

Berdasarkan ketentuan hukum, pengajuan banding terhitung paling lama tiga hari sejak putusan dibacakan.

Ditempat yang sama, ketua Bawaslu Busel, Mahyuddin mengapresiasi putusan pengadilan negeri Pasarwajo. Atas putusan tersebut, ia menghimbau kepada seluruh kades di Busel untuk tidak melakukan hal serupa. “Untuk Peserta pemilunya (Caleg DPR-RI partai PKS nomor urut satu, red) tidak terlibat dalam kasus tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jamal Rais menghadirkan salah satu peserta pemilu dalam pembahasan pembangunan desa. Atas perbuatannya Jamal Rais didakwa pasal 490 nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum dengan penjara pidana selama dua bulan dan denda uang sebesar Rp 6 juta subsider dua bulan kurungan. Atas dakwaan tersebut, Jamal Rais terbukti secara sah melakukan tindakan yang menguntungkan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye sebagaimana dakwaan tunggal jaksa penuntut umum.

Namun pengadilan memvonis Jamal Rais dengan hukuman percobaan selama enam bulan. Artinya, Jamal Rais tidak menjalani masa tahanan. (Dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.