Kelulusan CPNS Busel Diduga Bermasalah

1,243 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BATAUGA-Pengumuman hasil akhir seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai polemik. Bagaimana tidak, panitia seleksi daerah (Panselda) Busel diduga melakukan kecurangan terhadap hasil akhir tes yang digelar beberapa waktu lalu.

Tidak sedikit ditemukan peserta yang sebelumnya dinyatakan lulus sebagai nilai tertinggi di tes SKD dan SKB, namun di pengumuman hasil akhir namanya tidak muncul. Sementara peserta yang memiliki nilai lebih rendah dibanding peserta lainnya malah dinyatakan lulus di pengumuman akhir tersebut.

Indikasi kecurangan ini diendus menyusul adanya keluhan peserta tes CPNS Busel kepada media Kumparansultra.com. Hestiani salah satunya.

Kata dia, kecurangan ini bisa dibuktikan pada pengumuman hasil akhir formasi tenaga Guru di SMP Negeri 2 Batuatas. Dalam formasi tersebut yang dinyatakan lulus adalah Hadrian Adnan yang nilainya jauh lebih rendah dibanding dirinya.

Berdasarkan data pengumuman nilai hasil tes standar kopentesi, Hadrian adnan ini hanya mengantongi nilai akumalasi sebanyak 520 point, itu terdiri dari nilai Standar Kopetensi Dasar (SKD) 280 dan Standar Koetensi Bidang (SKB) 240. Sementara untuk nilai Hestiani memiliki nilai Akumulasi 581 yang terdiri dari nilai SKD 276 dan SKB 305.

Jika dihitung berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) Nomor 37 tahun 2018 yang perhitungan nilai SKDnya memiliki bobot 40 persen, dan SKBnya bobotnya 60 persen, maka nilai Hadrian Adnan tujuh poin lebih rendah dibanding Hestiani.

Ilustrasi perhitungan nilai akhir Hestiani dan Hadrian Adnan
“Ini aneh. Pemkab Busel menggunakan perhitungan hasil seperti apa. apakah mereka (Pemkab Busel) tidak lagi menggunakan perhitungan sesuai peraturan menteri PAN RB lagi. Kentara sekali permainannya,” ungkap Hestiani mengungkap dugaan kecurangan Tes CPNS Busel.

Hal yang sama juga dirasakan Wa Ode Hasrida, peserta CPNS Busel formasi Tenaga pendidik di SMP 2 Kadatua, Kabupaten Busel. Dipengumuman hasil akhir yang dikeluarkan Pemkab Busel yang tercatat rupanya bukan namanya yang merasa dengan nilai tertinggi.

Ia harus disingkirkan peserta benama Andy Putra Hermawan. Sementara berdasarkan data catatan pengumuman hasil SKD dan SKB, nilai Andy Putra Hermawan lebih rendah enam point dibanding dirinya.

“Coba dihitung-hitung, SKD Andy Putra Hermawan itu 314 point dan SKBnya 140 point saja. Sementara nilai SKD saya, 282 dan SKB 205. Coba dihitung sesuai rumus 40 persen untuk SKD dan 60 persen SKB, pasti hasilnya Andy Putra Hermawan kantongi 41,92 point dan saya 47,16 point,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan pelaksana kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia, Firman Hamza belum memberikan komentar. beberapa kali dihubungi melalui via ponselnya tidak diangkat. Ketika ditanya melalui pesan via whatsapp hanya dibaca namun tidak dibalas. (adm)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.