Ini Nama Peserta Tes CPNSD Busel yang Peroleh Nilai Tinggi , Tapi tak Lulus karena Digeser Nilai Rendah

5,669 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Tidak hanya persolan nilai yang terindikasi bermasalah dalam pengumuman hasil SKD dan SKB CPNS Buton Selatan. Sejumlah dokumen administrasi juga dinilai cacat hukum. Hal ini dikatakan salah satu CPNS yang merasa dirugikan terhadap pengumuman tersebut, La Insi (34).

Kata dia, sejauh penelusurannya, terdapat lima Indikasi kecurangan yang didapatkan. Kecurangan pertama terdapat pada jadwal pengumuman. Pengumuman Busel tidak serentak dengan kabupaten lainnya atau telat empat hari dengan daerah lain.

Kemudian dokumen pengumuman tersebut ditandatangani plt Bupati. Seharusnya, dokumen pengumuman tersebut ditandatangani oleh sekretaris daerah (sekda) yang merupakan ketua Pansel. Selain itu, dokumen hasil pengumuman yang keluar tidak memiliki barcode dan logo CAT (Computer Assisted Test) BKN dan di indikasi adalah merupakan hasil ketik ulang dari BKD-SDM Busel. “Kemudian dari hasil pengumaman nama nama yang lulus tidak dilampirkan dengan akumulasi nilai hasil SKD dan SKB,” kata La Insi saat ditemui diposko aduan mereka.

Menurutnya, kesalahan fatal terdapat pada akumulasi nilai SKD dan SKB. Sedikitnya tujuh peserta ditemukan memiliki nilai tinggi namun tidak dinyatakan lulus.

Ketujuh nama tersebut adalah Andi Putra Herman jurusan BK di SMP Negri 2 kadatua dengan nilai SKB 140 dan SKD 314 dengan rincian TWK 105, TIU 70, TKP 139 sehingga total 341.

Angka ini dinyatakan lulus oleh BKN. Sementara pemilik nilai tertinggi adalah Waode Hasrida dengan nilai SKB 205 dan TKD 282 dengan rincian TWK 80, TIU 70, TKP 132. Bila diakumulasi total nilai Waode Hasrida berjumlah 487.

Kemudian jurusan UPTD Puskesmas perawatan Wilayah Kadatua, Maston. Maston memiliki nilai SKB 165 dan SKD 269 dengan rincian TWK 90, TIU 40, TKP 139.

Sementara nama yang dinyatakan tidak lulus adalah Ningsih Sri Handayani. Padahal Ningsih Sri Handayani memperoleh nilai SKB 215 dan SKD 258 dengan rincian TWK 80, TIU 50, TKP 128.

Kemudian Hadrian Adnan jurusan bahasa inggris SMP Neg 2 Batuatas. Hadrian Adnan dinyatakan lulus dengan perolehan nilai SKB 240 dan SKD 280 dengan rincian TWK 110, TIU 50, TKP 120. Sementara nama yang dinyatakan tidak lulus adalah Hestiani. Hestiani mengumpulkan nilai tertinggi dari Hadrian Adnan dengan rincian SKB 305 dan SKD 276 dan TWK 90, TIU 55, TKP 131.

Selain itu, terdapat nama Helianti pelamar jurusan Matematika SMP 1 Atap Kapoa Kecamatan Kadatua. Helianti mengumpulkan nilai SKB 170 dan SKD 285 dengan rincian : TWK 80, TIU 80, TKP 125. Sementara peserta yang dinyatakan tidak lulus adalah Asnia. Asnia mengumpulkan nilai SKB 175 dan SKD 346 masing-masing TWK 125, TIU 90, TKP 131.

Kemudian peserta jurusan Agama islam SD negeri sandang pangan, Samarudin. Samarudin mengumpulkan nilai SKB 165 dan SKD 270 dengan rincian TWK 65, TIU 70, TKP 135.

Sementara nilai tertinggi diatasnya namun dinyatakan tidak lulus adalah dirinya (La Insi) dengan akumulasi nilai SKB 165 dan SKD 287 dengan rincian TWK 110, TIU 50, TKP 127.

“Demikian juga Muslim, jurusan bahasa inggris  SMP Negeri 1 Lapandewa. Ia hanya mengumpulkan nilai SKB 280 dan TKD 337 dengan rincian TWK 110, TIU 95, TKP 132.

Sementara nama yang tidak lulus adalah Iyan Pratama. Padahal Iyan memiliki nilai tertinggi dengan rincian SKB 275 dan TKD : 357 masing-masing TWK 120, TIU 100, TKP 137,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Plt, Kepala BKD-SDM Busel, La Ode Firman Hamzah mengatakan, pengumuman yang diumumkan melalui BKD-SDM Busel semua murni dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Tidak hanya pengumuman, semua yang berkaitan dengan penggabungan nilai juga merupakan kewenangan BKN.

“Kemudian yang berhubungan dengan dokumen penambahan nilai sebagaimana yang dimuat dalam Permenpan No.61, terkait dengan mengakomodir dokumen menyangkut sertifikat pendidik dan sejumlah dokumen tentang daerah tertinggal, terluar dan terpencil itu termuat dalam dokumen yang sudah di uplode para peserta pada saat pendaftaran. Dan pada proses pendaftaran itu para peserta juga ini sudah menandatangani surat pernyataan yang berkaitan dengan kebenaran dokumen masing-masing,” kata Firman saat ditemui awak media dikediamannya.

Kata dia, pihaknya siap menampung dan meluruskan semua keluhan peserta yang merasa rugi untuk kemudian dicarikan solusinya. Sebab semua keluhan itu bermuara pada BKN pusat. Sehingga diharapkan tidak ada pihak yang dirugikan.

Menurutnya, mengenai polemik tandatangan baik itu seharusnya sekda atau Bupati bukanlah sebuah persoalan. Dalam ketentuan undang-undang lima tentang ASN, Bupati diberi kewenangan untuk mengangkat, memindahkan dan memberhentikan aparatur sipil nya, sebab Bupati berupakan pejabat pembina kepegawaian (PPK). “Saya kira itu tidak ada masalah. Namun isinya itu dipastikan tidak ada masalah, sudah sesuai dengan yang dikeluarkan oleh BKN. Mengenai dokumen pengumuman itu nanti kami keluarkan seperti Yang diinginkan. Ini jumlahnya 700 lebih halaman,” paparnya.

Saat ini, pihak juga sedang mengumpulkan data-data dan dokumen para pelamar yang merasa rugi dengan pengumuman hasil ini. Sehingga ia bisa mengetahui subtansi permasalahan yang terjadi. Jika sudah terkumpul, ia segera akan mengkonsultasikan hal itu pada BKN pusat. ” Jadi Keresahan CPNS ini juga menjadi keresahan kami. Artinya kami belum bisa menjangkau bahwa yang punya dan tidak punya sertifikat ini siapa. Tapi mungkin di pemberkasan akan kelihatan,” pungkasnya. (Dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.