Mediasi Gagal, Gugatan Warga Terhadap Pemda Busel Lanjut

695 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Upaya mediasi Pengadilan Negeri (PN) Pasarwajo terhadap kasus sengketa lahan menuju kantor Bupati dan DPRD Buton Selatan di kelurahan Laompo, kecamatan Batauga, tak menemui kata damai. Artinya, perkara gugatan warga Laompo terhadap pemerintah Busel berlanjut.

Proses pertemuan mediasi PN Pasarwajo berlangsung selama satu bulan dengan tiga kali pertemuan hingga tanggal tiga Januari 2019. Karena tidak ada kesepakatan damai, perkara gugatan nomor 23/pdt.g/2018/pn. Psw tersebut lanjut ke tahapan pembacaaan gugatan.

Kuasa hukum pemerintah Busel, Adnan, S.H menjelaskan, saat ini pihaknya belum mengetahui kapan jadwal pembacaan gugatan. Artinya, pihaknya masih menunggu panggilan dari pengadilan negeri Pasarwajo.

Dalam menghadapi gugatan itu, lanjutnya, pihaknya telah menyiapkan bukti-bukti, dan berkeyakinan kalau proses pengadaan lahan yang dilakukan dalan pembuakaan akses jalan ibu kota buton selatan pada tahun 2014 telah dilakukan sesuai prosedur. “Kami sekarang masih menunggu panggilan penggadilan, kapan sidang pembacaan gugatan itu dilakukan. Mungkin dalam minggu-minggu ini sudah ada,”ucapnya.

Gugatan tersebut diajukan tiga orang masyarakat Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga. Ketiga masyarakat tersebut adalah, Sumiati, Wa Ainta Dan Mariani. Dengan nomor perkara: 23/PDT.G/2018/PN. Psw. Sedangkan pihak tergugat adalah Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dan DPRD Kabupaten Buton Selatan.

Para penggugat menuntut kerugian atas pembebasan lahan yang dilakukan oleh pemerintah buton pada tahun 2014. Mereka merasa, dalam pembebasan lahan tersebut pihak penggugat dirugikan sebanyak kurang lebih Rp 4 miliar. (dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.