Bandar Batauga Ditarget Jadi Pusat Ekonomi Baru Busel

370 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Batauga-upaya relokasi pasar tua Laompo ke pasar bandar Batauga akhirnya menemui titik-titik temu. Melalui pertemuan antara pemerintah dan para pelaku pasar, terhitung sejak Januari ini, para pedagang sudah dapat melakukan aktivitas jual beli di pasar yang selama ini terbengkalai.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Busel, Meizat Amril Tamim mengatakan, relokasi ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat utamanya para pelaku pasar ke tempat lebih baik. Selain itu, aktifitas pasar yang sebelumnya hanya empat kali dalam sepekan saat ini dapat dilakukan setiap hari. Pasalnya, pasar yang terletak di wilayah penyuplai material pasir terbesar di Busel dan kota Baubau ini berstatus pasar kabupaten. “Alasan pemindahannya ini selain tidak layak, disitu juga menggangu arus lalu lintas. Karena hanya satu jalur jalan kita,” papar Amril saat ditemui di kantornya belum lama ini.

Rencana pemeda untuk mengembangkan pembangunan dan aktifitas pasar bandar Batauga telah tersusun dengan baik. Sehingga diperlukan kerjasama dengan sejumlah SKPD terkait. Pasalnya, selain tempat aktifitas jual beli, lokasi tersebut juga akan dibangun terminal yang menghubungkan Buton Selatan dan kota Baubau. Selain terminal, Pemda juga akan membangun pelabuhan Veri lintas Batauga-kadatua dan Siompu. “Nanti juga disitu akan dibangun pelabuhan rakyat. Jadi speed atau katinting dari pulau-pulau itu akan ditempatkan disitu. Tidak menutup kemungkinan dari batuatas juga akan sandar disitu,” kata Sekdin perhubungan Busel, Djafar.

Mantan Kabag umum sekretariat Busel ini menjelaskan, sesuai draf perencanaan jangka panjang dinas perhubungan, kelurahan Bandar Batauga bakal dijadikan wilayah pertumbuhan ekonomi baru di Busel. Segala bentuk transaksi jual beli maupun angkutan laut dan darat akan dilakukan di bandar Batauga. “Untuk sementara ini kami akan melakukan rekayasa lalulintas. Angkutan yang datang dari Baubau atau sampolawa pintu masuknya di Busoa. Nanti kita akan bangun pos disitu,” ungkapnya.

Sulitnya lahan di wilayah sekitar tidak membuat dinas perhubungan kehabisan akal. Untuk sementara, lahan yang digunakan untuk lokasi terminal menggunakan lahan pelataran pasar. Saat ini, dinas PU juga sedang melakukan penimbunan. “Kita butuh sekitar 500 ret timbunan,” singkat kadis PU, M Idris.

Senada dengan Kabag ekonomi Busel, Zubaedah. Kata dia, pihaknya telah merencanakan semua kebutuhan listrik pasar tersebut. Bahkan jaringan sudah lebih dulu masuk dengan kekuatan tegangan 5000 kw. ,”Hanya informasi yang saya dapatkan katanya belum menyala. Makanya saya sudah perintahkan teknisinya untuk melihat kembali,” tegasnya. (dny)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.