CPNS Diwajibkan Berdomisili di Busel, KPU: Mereka Harus Kehilangan Sebagian Hak Suaranya

472 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Kebijakan Pemerintah Buton Selatan (Busel) yang mewajibkan seluruh CPNS dari luar daerah yang lulus pada seleksi CPNS saat ini berdomisili di Busel berdampak pada daftar pemilih tetap (DPT). Tidak hanya itu, para CPNS dari luar juga harus kehilangan sebagian hak suaranya.

Komisioner KPU Busel devisi teknis, Bahrudin Lapuka menjelaskan, kendati harus kehilangan sebagian hak pilihnya namun seoanjang yang bersangkutan memiliki KTP elektronik tetap akan terakomodir dalam DPT. Kepada mereka, KPU memasukan dalam daftar pemilih khusus. “Jadi pengertian pemilih khusus ini adalah pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT namun memiliki KTP elektronik,” jelas Bahrudin saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Ia melanjutkan, bagi pemilih yang masih tetap di daerah asalnya seperti Baubau dan sekitarnya yang ingin memilih pada 17 April mendatang akan diakomodir sepanjang yang bersangkutan memiliki fomA5 yang diterbitkan oleh desa atau kelurahan asalnya. Kemudian formulir fomA5 diserahkan pada KPU atau melapor ke PPS untuk didata namanya. Sehingga pada hari pemungutan suara mereka datang sudah memiliki data.

Kendati demikian, namun para CPNS asal luar busel yang memegang from A5 ini harus kehilangan sebagian hak pilihnya. Mereka hanya bisa memilih calon anggota DPR provinsi, DPR-RI, DPD-RI dan presiden. Sedangkan untuk DPRD tidak bisa. Alasannya beda daerah pemilihan (dapil). “Jadi gak memilih DPRD nanya gugur. Ini konsekwensi. Sepanjang dia mampu membuktikan dirinya, yang bersangkutan tidak akan kehilangan hak pilihnya,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai surat keterangan (suket), Bahrudin mengaku KPU belum miliki regulasi yang membolehkan seorang warga negara boleh memilih. Artinya, pemilih yang menggunakan suket tidak dibenarkan. Pasalnya, pendataan pemilih untuk dimasukan dalam DPT kali ini sangat ketat. “Berkaitan dengan pemilih pemula yang menggunakan suket itu kami belum tau. Yang pasti sejauh ini tidak akan ada pemilih yang memilih menggunakan suket,” tutupnya. (Dny)

You might also like More from author

Comments are closed.