Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kadis Pendidikan Busel Bakal Silaturahmi Di Sekolah

239 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Berbagai cara dilakukan dinas pendidikan pemuda dan olahraga Buton Selatan (Busel) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Busel. Antara lain membangun kedekatan secara persuasif dengan para kepala sekolah dan guru.

Hal ini dikatakan kepala dinas pendidikan, pumada dan olahraga Busel, La Makiki. Menurutnya, kepala sekolah dan guru merupakan pelaku utama dalam menggenjot mutu pendidikan. Karena itu dirinya telah menjadwalkan untuk turun langsung ke sekolah-sekolah perkecamatan agar mengetahui kekurangan dan masalah yang terjadi disetiap sekolah.

“Dengan begitu kita bisa melahirkan langkah-langkah atau solusi yang tepat dalam menggenjot mutu pendidikan di Buton Selatan,” Kata Makiki saat ditemui diruangan belum lama ini.

Dilanjutkan, saat ini, sebagian sekolah di Busel sudah menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Berangkat dari keberhasilan itu, sejumlah sekolah menawarkan diri untuk menerapkan hal serupa. “saya sudah laporkan dua hari lalu di Kendari agar ditambah dengan SD 23, sehingga jumlah 69. Jumlah ini masih bisa berkembang, kan tinggal mengupdate dari UNBTK ke UNBK,” paparnya.

Rencananya, program silaturahmi disetiap sekolah ini akan dimulai dari Kecamatan yang terdapat di dataran Busel yakni Batauga, Sampolawa dan Kecamatan Lapandewa. Setelah wilayah darat selesai kemudian dilanjutkan di wilayah kepulauan. “Tapi kita harus mempertimbangkan dengan kondisi cuaca,” tambahnya.

Selain itu, dirinya juga mengaku akan memperkuat distribusi guru dengan merata. Utamanya di wilayah kepulauan yang sulit terjangkau seperti batuatas. Disana, tenaga pendidik masih sangat kurang. Tidak hanya itu, para guru juga malas mengajar lantaran jaraknya yang terluar dan ombaknya yang besar. “Makanya Plt Bupati janjikan bahwa akan ada transporatsi untuk mempermudah akses ke pulau-pulau. Jika sudah ada ini sudah tidak alasan untuk bermalas-malasan karena akses susah, dan tidak turun mengajar, karena rugi anak didik kemudian citra guru jelek dimata masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, dengan banyaknya calon guru yang lolos pada seleksi CPNS lalu mutu pendidikan semakin meningkat. Sebab hampir seluruh jam dapat terisi. Kemudian peran Guru tidak tetap (GTT) juga sangat diharapkan membantu kinerja para guru. (Dny)

You might also like More from author