Warga Terkena Dampak Tumpahan Minyak di Busel Mulai Terserang Penyakit

440 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Batauga-Tumpahan minyak sawit mentah di laut Batauga semakin meresahkan warga yang terkena dampak. Tidak hanya mencemari lingkungan, masyarakat setempat mulai terserang penyakit akibat minyak sawit yang mulai membusuk.

Tokoh pemuda Batauga, La Ode Asmin mengatakan, kejadian itu menyisakan duka mendalam terhadap masyarakat Majapahit dan sekitarnya. Selain merusak biota laut, tumpahan minyak yang melekat di pesisir pantai mulai mengeluarkan bau busuk.

Menurutnya, pemerintah mestinya segera menyelesaikan persoalan ini dengan sigap dan mencari pihak yang bertanggungjawab. “Masyarakat ini sudah sangat terpuruk dari sisi kesehatannya. kemudian masyarakat juga kehilangan lapangan pekerjaan di bidang kelautan dalam hal ini melaut,” papar Asmin saat ditemui di kantor sekretariat Buton Selatan (Busel), Senin, 28/1.

Lebih jauh dikatakan, masyarakat yang terkena dampak sudah sangat bijak menyikapi persolan itu. Karena itu, mantan ketua HMI cabang kota Baubau ini meminta kepada dinas lingkungan hidup (DLH) Busel selaku dinas paling bertanggungjawab untuk terus mengawal kasus ini sesuai dengan kewenangannya. “upaya pemerintah menyampaikan masalah ini ke propinsi maupun pusat itu sudah di lakukan, sekarang tinggal kita dorong dinas lingkungan hidup untuk terus mendesak pemerintah propinsi dan pemerintah pusat agar segera mengambil tindakan,” tambahnya.

Selain pemerintah, pihak perusahan juga seharusnya lebih proaktif,minimal tidak memberikan pertolongan awal terhadap keluhan masyarakat. Namun yang terjadi saat ini pihak perusahan seakan lepas tangan. “Kemudian dari pada itu, pihak legislatif Busel juga mestinya turun tangan dalam mengawal kejadian ini, tidak boleh juga para anggota dewan terhormat kita seolah tutup mata. Ini tanggung jawab kita bersama, bagaimana kita mendorong pemeeintah propinsi dan pemerintah pusat agar segera dan serius menyikapi tumpahan minyak ini,” nilainya.

Ia mengaku akan terus mengawal kasus ini hingga pada persoalan kerugian materil maupun non materil. Utama pihak perusahan yang paling bertanggungjawab dalam persoalan ini. (Dny)

You might also like More from author