Merasa Dibohongi, Warga Majapahit Segel Dan Duduki Kantor Bupati Busel

223 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga masih menduduki kantor Bupati Buton Selatan (Busel), Rabu, (30/1). Hal ini merupakan buntut kekecewaan mereka terhadap PT Kebari Medan Tegara yang hingga kini belum memberikan kepastian terkait penanggulangan tumpahan minyak sawit mentah yang kian membusuk.

Sebelumnya, warga sempat melakukan penyegelan kantor, Selasa, (29/1) malam. Mereka kecewa lantaran pihak perusahan dinilai tidak komitmen dengan kesepakatan yang dibangun antara warga, pemerintah daerah dan pihak perusahaan. Pada pertemuan yang juga dihadiri satuan Polsek Batauga dan komandan pos angkatan laut (danposal) kota Baubau itu, pihak perusahan berjanji akan melakukan penanganan dampak tumpahan minyak yang sudah membusuk. Namun hingga kini, pihak perusahan belum juga melakukan hal tersebut. “Selain itu, kami duduk disini ini karena disini adalah pimpinan kami. Kami kecewa dengan kepala dinas lingkungan hidup (DLH), La Ode Mpute yang tidak merespon kami. Setiap kami telpon tidak pernah diangkat. Makanya kami akan terus duduki kantor ini sampai ada kejelasan dari pihak perusahaan dan pemerintah daerah,” ungkap koordinator aksi, Rizal.

Pertemuan antara warga Majapahit dan pihak perusahaan yang dimediasi pemerintah daerah digelar di aula kantor sekretariat Busel, Selasa (29/1). Pada pertemuan yang langsung dihadiri Plt, Bupati Busel, H La Ode Arusani, perwakilan pihak perusahan, Saiful berjanji akan segera melakukan langkah awal penanggulangan tumpahan minyak sawit yang semakin membusuk dan meresahkan warga yang terkena dampak. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, belum ada langkah yang dilakukan pihak perusahaan. Sementara, bau busuk minyak semakin menyengat. ” Sebelumnya kami sudah Mengambil langkah penimbunan tumpahan itu, karena ide untuk menyimpan tumpahan kedalam drum tidak tercapai. Makanya kami sempat berpikir simpan di dalam drum, tetapi mencari drum di Busel bahkan ke Baubau susah, tapi Besok kami akan turun lagi guna meminimalisir bau itu,” kata Saiful dihadapan warga Majapahit.

Menyikapi hal itu, Plt Bupati La Ode Arusani meminta pada perusahaan agar secepatnya menangani itu. Bahakan ia memberi waktu tidak lebih dari sepekan bau busuk itu segera teratasi. Apalagi peristiwa itu sudah terjadi sejak hampir dua bulan lalu. “Masyarakat saya ini sudah cukup bersabar jadi jangan lewat seminggu lagi, bau menyengat itu sudah harus ditanggulangi,” Ancam Arusani.

Hingga kini, puluhan pemuda Majapahit masih menduduki kantor Bupati Busel. Mereka mendirikan tenda di depan kantor sambil membawa perkakas dapur. Dny

You might also like More from author