Pendekatan Humanis, Kunci Pembangunan SamaTau Pimpin Buteng

138 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

LABUNGKARI, Keptonnews.com- Kabupaten Buton Tengah (Buteng) boleh saja baru seumur jagung. Namun sejak mekar lima tahun silam pada pertengahan 2014 lalu, Buteng kini telah menjelma menjadi salah satu kabupaten di Sultra dengan tingkat pembangunan yang super cepat.

Ditangan dingin Bupati dan Wakil Bupati Buteng, H. Samahuddin-La Ntau lah perubahan pembangunan Buteng ini semakin melejit. Meski baru dua tahun menjabat, hasil positif pembangunan mulai dari infrastruktur jalan, pertanian, perikanan dan lainnya, sudah bisa dinikmati seluruh masyarakat Buteng saat ini.

Kiprah pasangan dengan akronim SamaTau ini semakin mantap dengan gaya kepemimpinan yang merakyat. Pendekatan humanis dari keduanya membuat masyarakat Buteng membuka ruang seluas-luasnya demi kemajuan daerah.

Bahkan Bupati dan Wakil Bupati Buteng, H. Samahuddin-La Ntau kerap turun meninjau langsung pembangunan tanpa kenal waktu. Dibawah terik matahari hingga tengah malam pun, pengawasan pembangunan terus dilakukan.

“Selama dua tahun ini saya selalu turun tangan langsung ke lapangan menggenjot progres pembangunan supaya lebih cepat. Kalau ada kendala terkait dengan lahan masyarakat maka mari kita bicarakan baik-baik. Alhamdulillah, dengan kedatangan saya, pemilik lahan telah menyatakan keikhlasannya bahkan ada yang mempersilahkan pemda untuk menggunakan berapapun yang diperlukan. Ini patut kita syukuri,” kata H. Samahuddin.

Orang nomor satu di Buteng ini sangat menyadari bila jabatan yang diembannya adalah amanah dari rakyat. Titipan amanah ini harus dijawab dan dipergunakan semata-mata hanya untuk rakyat.

“Sebelum saya maju sebagai calon kepala daerah, saya sudah berniat. Saya akan calon ke daerah tempat kelahiran saya untuk mengabdikan diri dunia akhirat. Makanya saya harus jaga kepercayaan rakyat ini dengan sepenuh hati,” katanya.

Makanya, untuk memastikan pembangunan lancar dan berkualitas, Ia mengaku akan bekerja ditengah-tengah masyarakat. Ia bahkan mewanti pihak ketiga yang bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk terus memperhatikan kualitas pekerjaanya.

“Bila tak sesuai dan tidak menjaga kualitas (pihak ketiga) maka saya tidak akan pekerjakan lagi. Kenapa?, karena ini uang rakyat dan harus dipergunakan yang terbaik untuk rakyat. Saya ini dipilih rakyat maka saya harus berbuat yang terbaik juga untuk rakyat,” pungkasnya***

You might also like More from author