PHK Karyawan, PT. Mega Auto Central Belum Bayar Pesangon

550 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BAUBAU-Mantan karyawan PT. Mega Auto Central Finance, LM Fad Al Husen, mengancam bakal mempolisikan perusahaan pembiayaan yang beralamat di jalan Betoambari, Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoaro, itu. Pasalnya, dirinya belum diberikan hak pesangon sejak di putuskan hubungan kerja (PHK).

“PHK-nya sudah terjadi sejak 1 February 2019, tapi suratnya saya terima nanti tanggal 12 Februari. Ini seperti ada kesengajaan memperlambat urusan ini,” ungkap Uthy sapaan akrab LM Dad Al Husen, Selasa (5/3).

Menurutnya, berdasarkan ketentuan undang-undang nomor 13 tahun 2003, setiap karyawan organik (tetap) sebuah perusahan wajib menadapat pesangon apabila di PHK. Dalam ketentuan tersebut juga mengatur besaran uang yang diberikan perusahan terhadap karyawan. “Saya sudah pernah menanyakan langsung pada kepala cabang, Mardani. Katanya sementara diurus di kantor pusat. Sedangkan pengajuan dikantornya pusat menurut admin cabang, Sriani Sinta, bahwa karyawan tersebut tidak bisa mengajukan pesangon lantaran karyawan tersebut dikena PHK bukan mengundurkan diri, padahal saya ini nyata di PHK,” tambah Uthy.

Selain hak pesangon, lanjutnya, ia juga tak bisa mengklaim hak jaminan kesehatan BPJS ketenagakerjaannya. Pasalnya, pihak perusahaan belum memberikan surat keterangan PHK asli yang dikeluarkan oleh perusahaan pusat yang terletak di jalan Letjen Sparman, KAF 76, RT 4 RW 3, Slipi Palmerah, Jakarta Barat.

Mantan Pjs, PT Mega Auto Central Finance, Mariso, Gorontalo itu mengancam bakal melaporkan kejadian ini ke polisi apabila pihak perusahaan masih belum mencairkan haknya sebagai karyawan. Ia juga berharap pemerintah kota Baubau tidak tutup mata dengan persoalan ini. Apalagi ia tidak sendiri. Ia di PHK bersama dua kawannya. “Saya lebih berharap DPRD kota juga menyikapi persoalan ini. Karena bisa jadi kejadian seperti ini juga terjadi di perusahan pembiayaan lainnya,” harapnya.

Menanggapi hal itu, kepala cabang PT. Mega Auto Central Finance, Mardani mengaku sedang memproses seluruh berkas yang bersangkutan. Sebab yang bersangkutan baru saja menandatangani dokumen PHK nya belum lama ini. Ini sementara dalam proses pengurusan. “Artinya ini baru sementara di ajukan ke perusahan pusat,” paparnya.

Menurutnya, biasanya realisasi pemberian tunjangan pesangon karyawan akan diberikan paling lama dua bulan setelah proses pengajuan dilakukan. Hanya saja ia tak bisa memastikan apakah dana milik LM Fad Al Husen bisa dicairkan oleh perusahan pusat atau tidak. “Saya hanya membantu mengurusi kelengkapan administrasi nya. Terkait apakah berkas sudah masuk atau belum saya tidak tau karena saya lagi berada di luar daerah,” pungkasnya. (Dny)

You might also like More from author

Comments are closed.