Berhasil Matangkan Lokasi Pusat Perkantoran

225 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

LABUNGKARI-Perencanaan pembangunan Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Buteng, H. Samahuddin-La Ntau memang patut diapresiasi. Belum genap dua tahun menjabat, Buteng sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) sudah menunjukkan tanda-tanda pembangunan yang signifikan.

Tengok saja lokasi persiapan pembangunan pusat perkantoran di negeri yang terkenal memiliki seribu gua itu. Lokasi pembangunan perkantoran yang difokuskan di ibukota Buteng, Labungkari, kini berubah drastis.

Lokasi yang sebelumnya berbukit ini selayang pandang kini mulai rata. Raungan mesin Bulldozer silih berganti membelah bukit menjadi lapangan luas.

Komitmen Bupati Buteng, H. Samahuddin pun tak perlu dipertanyakan. Tak pandang terik matahari, hujan mengguyur badan, H. Samahuddin tetap saja memantau langsung pematangan lahan perkantoran itu.

“Kenapa saya kerap turun langsung, agar saya bisa pastikan bahwa pembangunanya sudah siap. Dengan begitu, kita tidak segan untuk mengucurkan anggaran pembangunan. Saya ini khan dipilih rakyat jadi saya harus pertanggungbjawabkan dunia akhirat,” kata La Ramo sapaan akrab H. Samahuddin.

Kata dia, pembangunan daerah akan maksimal jika kantor pelayanan masyarakat dibangun representatif. Selain itu, lokasi pembangunan mestilah juga harus strategis.

“Saya kira lokasi pembangunan perkantoran ini sangat strategis. Makanya tahun ini pematangan lahan perkantoran ini akan terus saya awasi sendiri,” katanya.

Orang nomor satu di Buteng ini mengaku luas lahan perkantoran pemerintah daerah akan disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan kawasan pemukiman. Makanya pembangunan infrastruktur perkantoran tidak akan difokuskan disatu titik lokasi saja.

“Saya ingin mengejar pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Saya yakin dengan tersebarnya kantor pemerintahan maka akan merangsang pertumbuhan kawasan pemukiman baru bagi masyarakat,” katanya.

Ia merinci hanya beberapa OPD saja yang akan dibangun di kantor pusat pemerintahan di Labungkari. Sisanya tersebar seperti di One Waara, Wadiabero, Boneoge, Lolibu, Langkomu dan beberapa daerah lainnya.

“Dengan begitu saya yakin pertumbuhan kawasan pemukiman akan semakin cepat. Apalagi khan dalam RTRW Buteng sudah ditetapkan seperti itu,” katanya.

Selain lahan pembangunan pusatvperkantoran, 2019 ini akses jalan di bilangan Labungkari akan terus dimatangkan. Rencananya akses jalan menuju lokasi perkantoran ini akan membagi Labungkari dalam lima poros jalan utama.

Lima poros jalan utama itu yakni jalan poros menuju Mawasangka, Raha, Lombe,poros perkantoran dan poros Wamengkoli. Ditengah pertemuan jalan poros akan dibangun tugu Labungkari.

Tugu tersebut rencananya juga akan dibangun diatas lahan seluas 70 meter persegi dengan fisik tugu khas Buton Tengah. Luas lahan pembangunan tugu ini sudah termasuk dengan badan jalan.(***)

You might also like More from author

Comments are closed.