KKL Ditolak, Sekda Busel: Pihak Stai Sudah Bersurat Secara Resmi

762 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

-Aliadi: Seharusnya Pemda Busel bersyukur

Batauga-Penolakan Mahasiswa yang melaksanakan Tridharma perguruan tinggi di Buton Selatan (Busel) menuai tanggapan negatif dari berbagai pihak. Sekda Busel, La Siambo mengaku tak mengetahui adanya penolakan tersebut.

“Terkait dengan penolakan mahasiswa sekolah tinggi agama Islam (STAI) di Busel itu saya tidak tau karena saya masih di Kendari pada saat itu,” kata Siambo saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Jumat (8/3).

Kendati begitu, ia mengaku bila pihak STAI telah bersurat resmi pada pemerintah daerah terkait kegiatan kuliah kerja lapangan (KKL) di kecamatan Sampolawa dan Lapandewa. Pemda juga belum bersurat secara resmi kepada pihak akademik STAI terkait penolakan tersebut. “Yang pasti saya tidak tau kenapa ada penolakan itu, karena itu kebijakan pimpinan,” tambahnya.

Tidak hanya STAI yang akan melakukan Tridharma perguruan tinggi di Busel. Beberapa perguruan tinggi lain di kota Baubau seperti Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) dan Unidayan juga akan melaksanakan Kuliah Kerja Amaliah dan Kuliah Kerja Nyata di Busel sesuai dengan kalender akademik. Hanya saja, pihak UMB belum bersurat secara resmi. “Jadi surat yang masuk di Pemda ini baru unidayan dan STAI. Kalau UMB itu belum masuk. Khusus unidayan sudah ada titik terang bahwa mereka akan masuk selesai pemilu, tepatnya bulan lima,” bebernya.

Ia mengaku, kejadian di kecamatan Sampolawa dan Lapandewa juga terjadi di kecamatan Batuatas. Di Batuatas, 800 orang mahasiswa terpaksa di pulangkan. Padahal, pemerintah kecamatan setempat sudah menerima resmi para mahasiswa itu. “tapi disampaikan nanti selesai pemilu baru masuk,” pungkasnya.

Penolakan Pemda Busel terhadap mahasiswa KKL STAI kota Baubau mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, tak terkecuali DPRD Busel. Dewan, melalui wakil ketua dua DPRD Busel, Aliadi, sangat menyayangkan sikap Pemda Busel tersebut. Menurutnya, pemda Busel tidak menghargai Tridharma perguruan tinggi akademik. “Ini seharusnya tidak boleh terjadi dan pemerintah daerah Busel tidak boleh mengkaitkan politik dengan KKL tersebut karena Tridharma perguruan tinggi tidak ada hubungannya dengan politik,” kata Aliadi melalui pesan WhatsApp nya.

Seharusnya, lanjutnya, pemerintah bersyukur dengan adanya mahasiswa KKL tersebut karena dapat membantu kerja pemerintah desa di Busel. (Dny)

You might also like More from author

Comments are closed.