Sentuh Nelayan, Gelontorkan Bantuan Perikanan

133 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

LABUNGKARI, Keptonnews.com- Sektor perikanan menjadi salah satu prioritas Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin- La Ntau untuk ditingkatkan. Pasalnya, kekayaan alam yang terkandung diperairan negeri seribu gua itu sangatlah melimpah.

Bupati Buteng, H. Samahuddin menjelaskan daerah pesisir Buteng yang begitu luas menjadikan hasil perikanan begitu beragam. Mulai dari kayanya ragam ikan karang, melimpahnya teri nasi atau teri halus, pengembangan udang vaname dan rumput laut, kepiting, kerapu, tuna, dan beberapa potensi perikanan lainnya.

“Banyak sekali potensi perikanan disini, dan semua itu menjadi unggulan kita. Makanya pemerintah daerah mendukung sekali pengembangannya,” kata H. Samahuddin.

Apalagi, kata dia, sedikitnya 66 dari 77 desa dan kelurahan di Buteng telah ditetapkan sebagai daerah pesisir. Olehnya, mayoritas masyarakat Buteng menggantungkan asa pada potensi perikanan itu dengan menjadi nelayan.

“Masyarakat Buteng 60 persen adalah nelayan, sisanya petani, pedagang dan beberapa pekerjaan lainnya. Itulah mengapa sektor perikanan menjadi prioritas saya agar mayoritas masyarakat nelayan ini bisa lebih sejahtera,” katanya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan itu, maka keterlibatan pemerintah daerah sebagai garda terdepan sangatlah diperlukan. Tak heran jika dalam dua tahun pemerintahan Samahuddin, berbagai jenis bantuan perikanan telah berhasil digelontorkan.

La Ramo sapaan akrab H. Samahuddin mengatakan pemerintah hadir untuk memberikan dukungan pengembangan daerah melalui penyaluran bantuan sebagai stimulus agar kelompok nelayan semakin berdaya. Bantuan itu bisa berupa kapal dan alat tangkap, bubu kepiting dan ikan besar, peralatan pengembangan udang vaname dan rumput rumput laut serta bantuan modal lainnya.

“Kalau untuk bantuan perikanan dua tahun saya menjabat sudah banyak sekali. Semua itu bentuk komitmen saya kepada kesejahteraan nelayan saya,” katanya.

Berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Buteng, tercatat dalam dua tahun terakhir, H. Samahuddin telah berhasil menyalurkan 62 kapal berbagai jenis lengkap dengan alat tangkap dan alat bantunya. 62 kapal ini merupakan hasil alokasi APBD maupun keberhasilan pemerintah daerah mengusulkan bantuan perikanan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui APBN.

Pada 2017, pemerintah daerah tercatat mengalokasikan APBD untuk bantuan kapal berkapasitas tiga Gros Tonase (GT) sebanyak 13 unit dari DAK dan dua unit dari DAU ditambah bantuan 4.000 bubu kepiting dari DAU. Dari APBN, pemerintah daerah berhasil mendatangkan bantuan kapal berkapasitas delapan GT lengkap dengan alat tangkapnya sebanyak tiga unit.

Bantuan lalu meningkat signifikan pada 2018. Dari alokasi APBD, pemerintah daerah merealisasikan bantuan kapal tiga GT lengkap dengan alat tangkap dan alat bantu sebanyak 40 unit dari DAK dan bubu ikan besar sebanyak 85 unit. Sedang dari APBN, nelayan Buteng keciprat bantuan kapal 3 GT lengkap dengan alat tangkap sebanyak empat unit.

Untuk 2019 ini, H. Samahuddin mengaku telah mengalokasikan bantuan alat tangkap dan bantuan modal untuk pengembangan rumput laut. Alokasi bantuan sekitar Rp 4 miliar dari APBD.

“Kenapa saya terus beri stimulus?, agar taraf hidup nelayan setempat bisa berubah dan dapat ditingkatkan. Saya percaya hasil perikanan yang melimpah akan dapat dimaksimalkan produksinya apabila fasilitas tangkap yang tersedia memadai. Apalagi khan sekarang akses jalan sudah lebih bagus, saya yakin akses pemasaran hasil tangkapnya akan lebih luas lagi dengan kualitas yang terjamin,” katanya.(***)

You might also like More from author