Swakelola, Anggaran Seven Distrik Busel Disorot Dewan

378 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Pengembangan sektor pariwisata di Buton Selatan (Busel) yang menelan anggaran daerah Rp 9.850.000.000 menjadi sorotan keras DPRD dalam hearing, Senin (11/3). Dewan menilai fokus pengembangan wisata tidak jelas.

Dalam pemaparannya, kadis pariwisata Busel, Zamaluddin melalui Sekdinnya, La Sensu mengatakan, pihaknya sudah mendata seluruh destinasi wisata di Busel sejak 2018 lalu. Dan seluruh destinasi tersebut sudah masuk di kementerian. “Destinasi wisata itulah yang kemudian kita genjot saat ini,” paparnya.

Kata dia, tiga kecamatan menjadi fokus pembangunan dinas pariwisata tahun 2019 ini. Ketiga kecamatan itu masing-masing Sampolawa, Kadatua dan Batuatas. “Kita contohkan di desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa. Disana, satu minggu itu penghasilannya bisa satu juta,” ungkapnya.

Besarnya alokasi APBD di dinas pariwisata menjadi sorotan keras DPRD. Utamanya event seven distrik yang menelan anggaran belanja daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2019 sebesar Rp 4,3 miliar dari Rp 9. 850.000.000.

Sorotan ini datang dari Ashadin. Legislator Nasdem ini menilai, kegiatan yang dilakukan pariwisata terlalu berlebihan dan terkesan mubasir. Pasalnya, ekspektasi Pemda terlalu jauh dalam mengembangkan pariwisata. “Jangan dulu kita pikirkan bagaimana mendatangkan wisatawan dari Eropa atau luar negeri. Yang perlu kita pikirkan sekarang bagaimana bisa menarik wisatawan dari kota Baubau,” ungkap Ashadin.

Legislator Nasdem ini menilai, masih banyak wilayah di Busel yang perlu dibangun. Utamanya kegiatan yang menyentuh pengembangan sumber daya manusia.

Perlu diketahui, anggaran pengembangan pariwisata di Busel melalui kegiatan event seven distrik menelan anggaran daerah sebesar Rp 4,3 miliar dikelola secara sua kelola. Sementara dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) anggaran yang alokasikan di dinas gelondongan. (Dny)

You might also like More from author

Comments are closed.