Sektor Perikanan Jadi Prioritas Pembangunan Busel 2020

369 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Pemerintah Buton Selatan (Busel) bakal menggenjot pembangunan pada sektor perikanan sebagai prioritas pembangunan tahun 2020 mendatang. Hal tersebut teerkemuka pada Musrenbang tingkat kabupaten diselenggarakan pada hari kamis, 22/03/2019. Musrembang ini mengangkat tema “Produktivitas Ekonomi Menuju Buton Selatan yang Berdaya Saing”.

Kegiatan yang dipusatkan di gedung Lamaindo itu dibuka oleh Plt Bupati Busel, H. la Ode Arusani. Sebagai pemateri, Pemda Busel mengambil Wakil Rektor II Universitas Hasanuddin (Unhas), prof. Sumbangan Baja, Direktur Pengelolaan Ruang Laut Kementerian kelautan dan perikanan (KKP), Suharyanto, Plt. Kepala Bapeda provinsi Sultra, Robert dan pengamat kelautan, Moh Abdi Suhufan.

Dalam sambutannya, H.Arusani mengatakan, setelah selama ini Pemda bakal menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan pemerintahan umum. Di tahun 2020 Busel akan kembangkan sektor produktif untuk menggenjot ekonomi daerah. “Tahun depan, sektor perikanan akan menjadi leading sektor dan prioritas pembangunan. Fokus kita pada pengembangan perikanan tangkap dengan lokus pada lokasi sentra perikanan di Sampolawa” kata H. Arsuani.

Ia mengaku bakal mendukung hal tersebut. Pasalnya, Pemda berencana menyediakan kapal penangkap ikan ukuran 10-20GT sebanyak 20 unit untuk dioperasikan oleh kelompok nelayan dan koperasi. “Kami mohon dukungan KKP dan Pemerintah Provinsi untuk mendukung pembangunan infrastruktur dermaga di PPI Sampolawa sebesar Rp 15 miliar” kata Arusani.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Ruang Laut yang mewakili Dirjen PRL, Suharyanto, M.Si mengtakan, Buton Selatan telah ditetapkan menjadi melalui Kepmen KP No 51/2016 akan menjadi perhatian KKP untuk mulai diintervensi. “Rencana intervensi SKPT tahap 2, setelah 12 lokasi 2 tahun lalu, akan menjadikan Buton Selatan menjadi daerah yang akan disasar oleh KKP” kata Suharyanto.

Rencana pembangunan SKPT Buton Selatan diharapkan akan meningkatkan produksi tangkap Buton Selatan yang selama ini hanya mencapai 39.400 ton/tahun. “SKPT merupakan salah satu pendekatan pembangunan dalam pemanfaatan ruang laut agar berfungsi secara optimal” kata Suharyanto. (Dny)

You might also like More from author

Comments are closed.