Kampanye Terbatas, Aliadi Sebut WON Tokoh Pemekaran Busel

451 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Batauga-Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Buton Selatan (Busel), menggelar kampanye terbatas di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Minggu, (24/3). Kegiatan yang diikuti seluruh kader dan para caleg dihadiri tokoh pemekaran Buton Selatan (Busel) yang juga ketua DPD partai Hanura Sultra, Wa Ode Nurhayati (WON).

Dalam sambutannya, Ketua DPC Hanura Busel, Aliadi mengaku jika lahirnya Busel merupakan bagian dari perjuangan wa Ode Nurhayati saat masih duduk di komisi II DPR RI 2009-2014. Saat masih menjabat wakil ketua DPRD Buton, lanjutnya, dirinya kerap berdialog dengan WON terkait dengan pemekaran Busel. Artinya, kiprah WON ditingkat nasional dan daerah sudah tidak diragukan lagi. “Beliau (WON) ini adalah mantan kader PAN. Saya juga mantan kader PAN, jadi kita tetap berjalan bersama,” papar wakil ketua II DPRD Busel ini.

Pada kesempatan itu, putra terbaik Batuatas itu mengaku akan maju mewakili Hanura sebagai calon Bupati Busel periode mendatang. Itu dilakukan mengingat dirinya juga salah satu tokoh paling pengaruh pada pemekaran. “Pilcaleg 2019 adalah tangga kita untuk memenangkan pilkada di Busel ini. Memang pada pilkada 2017 lalu partai Hanura mendukung Faizal. Tapi saya secara pribadi mendukung pasangan Agus Feisal Hidayat dan H La Ode Arusani,” tambahnya.

Saat membuka sambutan, Wa Ode Nurhayati sempat terpukul saat menyebut kepton. Pasalnya, pemekaran kepton merupakan cita-cita nya yang belum tercapai. “Sejak masuki gerbang tadi, saya merasa benar bahwa Bupati Busel mendatang adalah partai Hanura. Saya juga berpesan bahwa bagi siapa yang menggangu kader partai Hanura itu tidak seperti dulu. Kader Hanura saat ini tidak sendiri,” katanya.

Pada kesempatan itu, mantan anggota DPR RI dapil Sultra itu menyinggung soal kemenangan calon presiden nomor satu, Joko Widodo dan Maruf Amin. Katanya, garis partai tegak lurus mendukung Jokowi Amin, sehingga tidak boleh ada kader yang menggunting dalam lipatan. “Kalau ada caleg Hanura yang dilingkungannya mendukung Prabowo, kemudian dia rela meninggalkan Jokowi hanya karena untuk menang, jangan bermimpi mau jadi anggota DPR. Jadi seluruh partai Hanura wajib Kampanyekan namor satu di Busel,” ancamnya.

Selain itu, partai Hanura juga menginstruksikan kepada seluruh kader agar menciptakan pemilu damai tanpa hoax, ujaran kebencian dan sara. Karena dapat mencederai integritas dan merusak demokrasi bangsa. “Partai Hanura berjalan di jalan yang benar demi bangsa Indonesia. Di tetangga sebelah itu mengeluarkan hoax yang tidak beradab. Mereka katakan Ibu Jokowi sekarang ini bukan ibu kandungnya. Ini dilakukan hanya demi ingin jadi presiden dengan mengusik ibu orang lain,” katanya.

Sebelumnya, ketua panitia kegiatan yang juga caleg DPRD Busel dapil satu (Kadatua-Batauga) sekaligus ketua badan pemenangan (bapilu) Hanura, Rusdianto ST mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada ketua DPC yang menyempatkan hadir bersama kader dan masyarakat Busel. Tentunya kunjungan itu menjadi spirit juang bersama caleg Hanura untuk tetap digarda terdepan untuk memenangkan Hanura di kontestasi pileg dan pilpres. “undangan yang kita sebar ini sebanyak 800. Namun yang hadir melebihi dari jumlah undangan,” katanya.

Sesuai dengan target, dari 18 caleg yang tersebar disetiap dapil, partai Hanura menargetkan empat kursi. Artinya, setiap dapil menghasilkan satu kursi.

Dari 18 caleg yang tersebar di empat dapil di Busel, partai Hanura menargetkan satu kursi satu dapil. Dny

You might also like More from author