Kembali Mencuat, Identitas Perpindahan Kependudukan Ketua KPU Busel Tidak Jelas

971 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Batauga-Polemik kependudukan komisioner KPU Buton Selatan (Busel) dua periode, Ari Ashari Apriadi seakan tak berujung. Saat dikroscek riwayat perpindahan ketua KPU Busel itu dari Buton ke Busel di dinas pencatatan sipil dan kependudukan, data SIAK maupun KTP-EL tak tersedia alias kosong.

Kadis Capilduk Busel, Drs Nadir mengatakan, berdasarkan data base capilduk Busel, Ari Ashari Apriadi terdaftar sebagai warga Buton Selatan pada tahun 2016. Namun ia tak mengetahui bagaimana proses perpindahan yang bersangkutan dari Kendari ke Buton dan kemudian Buton ke Busel. “hari ini yang bersangkutan sudah masuk dalam data base kita sejak tahun 2016. Kalau 2014-2015 itu saya tidak tau persis itu,” kata Nadir saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/3).

Ia juga mengaku tak mengetahui mengapa data yang bersangkutan dari Buton semua tak tersedia alias kosong. Pasalnya, pihaknya aktif melakukan pelayanan penerbitan data kependudukan nanti tahun 2016. “Nik yang bersangkutan itu kan kode Kendari, di capil Busel ini melakukan pelayanan nanti mulai Februari tahun 2016. Selama satu tahun kami pascapemekaran Busel, itu masih di lakukan Pemda Buton. Sehingga seluruh warga di cakupan tujuh kecamatan di Busel ini masih dilakukan di Buton, nanti setelah ada peralatan barulah kami Capil Busel melakukan pelayanan,” tambah Nadir.

Setelah resmi aktif melakukan pelayanan, lanjutnya, seluruh data yang masih berada di Buton ditarik di Busel. Tapi Celakanya, data yang bersangkutan kosong atau tidak tersedia.

Polemik status kependudukan Ari Ashari Apriadi sudah terkuak sejak proses rekrutmen KPU pada 2014 lalu. Ari Ashari dituding melakukan manipulasi data terkait dengan perpindahannya. Pasalnya, untuk menjadi seorang komisioner KPU, calon anggota KPU wajib berdomisili di daerah setempat. Hal itu di buktikan dengan KTP atau surat keterangan (suket) yang diterbitkan oleh capilduk berdasarkan surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh pemerintah kelurahan atau kecamatan setempat. Celakanya, Nadir mengaku tidak pernah menerbitkan suket tersebut sepanjang proses rekrutmen KPU berlangsung. “Saya tidak pernah menerbitkan suket itu,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, ketua KPU Busel, Ari Ashari Apriadi mengaku jika KTP nya diterbitkan oleh Capilduk Buton. Sebab dinas capilduk Busel belum memiliki fasilitas untuk menerbitkan KTP seperti yang dikatakan Nadir sebelumnya.

Terkait dengan polemik NIK ia juga mengaku tak tahu. “Yang saya tahu, NIK itu kan tinggal biasa disebut single identity number yang dimiliki hanya satu tiap orang. Jadi biar dimana saja tetap yang bersangkutan ber NIK tunggal,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai data kependudukan nya yang tidak tersedia atau kosong, pria kelahiran Kendari 1984 ini enggan menjawab. Sebab semua itu telah diserahkan ke capilduk Buton. “Tapi mungkin pak kadis bisa jelaskan lebih spesifik terkait masalah itu,” tutupnya. Dny

You might also like More from author

Comments are closed.