Walikota Baubau Terima Medali Juang Sembilan Windu

22 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Wali Kota Baubau, Dr. H.AS. Tamrin, MH menjadi salah satu dari 10 Kepala daerah di Sulawesi Tenggara plus Ketua DPRD Sultra yang berbahagia di upacara Hari Ulang tahun (HUT) Sultra ke 55 Tahun 2019 di Pelataran Kantor Gubernur Sultra, Sabtu (27/4). Setelah Gubernur H. Ali Mazi, SH menyematkan penghargaan berupa Medali Juang 9 Windu Kemerdekaan RI dari Dewan Harian Nasional 45.

Dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, Drs. Sadarman, M.Si mengutp pernyataan Gubernur bila penghargaan ini diberikan, dalam rangka memperingati 9 Windu Kemerdekaan Republik Indonesia. Kata Gubernur, penghargaan tersebut atas peranserta dan pengabdiannya dalam upaya melestarikan dan membudayakan jiwa, semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 sebagai nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia.

Piagam dan penghargaan ini, ditandantangani Ketua Dewan Kehormatan Nasional 45 Jenderal TNI Purnawirawan M Try Sutrisno dan Ketua Umum Dewan Harian Nasional 45 Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Dr H Ramli Hasan Basri.

Seperti tahun-tahun sebelumnya puncak peringatah HUT Sultra ini diwarnai penggunaan busana khas lokal budaya Sulawesi Tenggara. Ali Mazi sebagai inspektur upacara tampil dalam busana khas Kesultanan Buton, demikian pula Wali Kota AS. Tamrin, tampil manis dengan busana sepadan namun kopiahnya menggunakan ‘Songkok To Bone’ seolah mentasbihkan paduan ikatan kultur antara Kesultanan Buton dan Kerajaan Bone di masa silam.

Kendati Kota Kendari diguyur hujan, namu tidak mengurangi semangat dan hikmatnya prosesi upacara, Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, S.H., dalam sambutannya mengatakan Dirgahayu Provinsi Sulawesi Tenggara yang ke 55 ini dapat dimaknai sebagai tetesan keringat yang di awali oleh para pejuang pendirinya merupakan suatu bentuk kecintaannya kepada daerahnya.

Dikesempatan ini Ali Mazi menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para kelompok pejuang pendiri provinsi Sulawesi Tenggara dan kepada para mantan gubernur, mantan pj gubernur, mantan wakil gubernur, serta para tokoh Sulawesi Tenggara, semoga apa yang telah di upayakan menjadi amal ibadah yang di ridhoi oleh Allah SWT.

“Upacara ini jangan hanya di jadikan acara seremonial semata namun kita jandikan motivasi, spirit dalam membangun daerah sulawesi Tenggara agar lebih baik di masa-masa yang akan datang. Sultra telah berkomitmen dalam satu visi pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018 – 2023 yaitu terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Aman, Maju, Sejahtera dan Bermartabat, yang di jabarkan dalam misi pembangunan daerah,” katanya.

Misi pembangunan itu kata Ali Mazi terdiri dari (1). Meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar dapat berdaulat dan aman dalam bidang ekonomi, lingkungan, politik, serta iman dan takwa. (2). Memajukan daya saing wilayah melalui penguatan ekonomi lokal dan peningkatan investasi. (3). Mendorong birokrasi pemerintahan provinsi yang modern, tata kelola pemerintah desa yang baik serta memberikan bantuan kepada kecamatan dan kelurahan sebagai pusat pelayanan pemerintah. (4). Meningkatkan konektivitas, kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam rangka peningkatan daya saing daerah melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur dan aspek-aspek sosial lainnya.

Secara pribadi dan atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyampaikan kecintaan, eksistensi, kebanggaan dan kecintaan kita kepada daerahnya dengan priinsip kekuatan budaya lokal untuk menata kehidupan masing-masing selaku individu dan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Ia mengutip falsafah masyarakat yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat lokal Sulawesi Tenggara antara lain Bolimo Karo Sumanamo lipu, Tapopiara piara tapoangka angkataka, Inae tanusara yipinae, inae liasara inae petaposara.(bm)

You might also like More from author