Pemkab Buteng Berusaha Maksimal Wujudkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas

99 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

LABUNGKARI- Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin berkomitmen penuh untuk menggenjot kehadiran pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk masyarakatnya. Salah satunya kehadiran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buteng yang representatif.

Kehadiran pelayanan kesehatan yang baik sangat disadari orang nomor satu di Buteng ini. Ia paham betul bila kesehatan merupakan modal penting pembangunan. Tanpa kesehatan, maka hal lainpun dipastikan menjadi tak berguna.

“Tidak ada gunanya banyak uang tapi kesehatan tidak terjamin. Bagaimana kita mau membangun bila dalam keadaan sakit?” tanyanya.

La Ramo sapaan akrab H. Samahuddin menjelaskan pelayanan kesehatan masyarakat adalah faktor penting majunya suatu daerah. Semakin baik pelayanan kesehatan, maka semakin baik pula kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengisi pembangunan di Buteng ini.

“Itulah mengapa saya jalankan semua program kesehatan dan juga merupakan janji saya untuk masyarakat Buteng ketika saya dipercaya memimpin daerah ini,” katanya.

Orang nomor satu di Buteng ini menjelaskan telah banyak program kesehatan yang sudah dilaksanakan sejak Ia menjabat pada 2017 lalu. Selain menyiapkan segala kebutuhan pelayanan RSUD Buteng, pemkab juga berhasil memfasilitasi Puskesamas untuk diakreditasi untuk memperoleh pelayanan bertaraf nasional, menjamin kesehatan masyarakat kurang mampu melalui program JKN-KIS, dan berbagai program kesehatan lainnya.

Terkait pembangunan RSUD Buteng, pada 2019 ini, pelataran parkir berikut pagar RSUD akan dipugar. Hal itu penting untuk menambah kesan nyaman bagi pasien.

“Rumah sakit itu khan orang datang supaya sembuh, bukan malah tambah penyakit. Makanya kita harus buat serepresentatif mungkin agar pasien merasa nyaman. Saya juga sudah tinjau dan saya sudah panggilkan bagian perencanaan supaya rumah sakit berjalan bagus. Jangan terkesan kotor,” katanya.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan yang maksimal, H. Samahuddin mengaku telah merekrut 12 orang dokter melalui penerimaan CPNS 2018 lalu. Masing-masing kecamatan akan ditempatkan satu orang dokter dan sisanya ditempatkan di RSUD Buteng.

“RSUD kita sudah memungkinkan menerima pasien, khan kemarin kita sudah terima 12 orang dokter. Begitu pula jaringan listrik dan alat-alat kedokteran, tinggal beberapa bangunan lagi yang akan kita tambah agar pelayanan kesehatan untuk masyarakat berjalan baik,” katanya.

Gratiskan Biaya Kesehatan 20 Ribu Warga Kurang Mampu

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) juga terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan optimal bagi warganya. Salah satu bentuk komitmen itu tertuang melalui keberpihakan anggaran untuk pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Tak tanggung-tanggung, jumlah anggaran yang digelontorkanpun cukup fantastif. Nilainya bahkan mencapai Rp 5,5 miliar pada 2019 ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buteng, Kasman mengatakan alokasi anggaran tersebut berasal dari APBD 2019. Rp 5,5 miliar ini untuk membiayai 20 ribu masyarakat Buteng yang telah terdata menjadi peserta JKN-KIS.

Ia merinci tiap peserta dialokasikan biaya Rp 23 ribu. Dengan begitu, dalam tiap bulannya, pemerintah daerah membayarkan JKN-KIS penerima manfaat sebesar Rp 460 juta.

Kasman menjelaskan pula bila jumlah penerima manfaat JKN-KIS di Buteng meningkat sangat pesat. Tercatat pada 2017 jumlah penerima manfaat hanya empat ribu orang.

Jumlah ini naik dua kali lipat pada 2018 dengan tambahan enam ribu orang. Total pada 2018 menjadi 10 ribu peserta penerima manfaat.

Pada 2019, jumlah penerima naik dua kali lipat lagi dengan tambahan 10 ribu peserta. Dengan begitu, total peserta hingga awal 2019 ini sudah mencapai 20 ribu orang.

“Jumlah ini kita perkirakan masih akan bertambah bila pada perubahan 2019 nanti ada lagi keberpihakan anggaran untuk JKN-KIS ini,” katanya.

You might also like More from author