Samahuddin Tanamkan Nilai Islami Bangun Daerah

45 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

LABUNGKARI- Bupati Buton Tengah (Buteng), H. Samahuddin bertekad ingin mengubah wajah Buteng dengan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai islam. Hal itu cukup berdasar, sebab Buteng diyakini memiliki pesohor dan ulama besar.

Apalagi, nilai-nilai islam oleh seluruh masyarakat Buteng dijadikan dasar hidup dalam bermasyarakat. Pantaslah bila pembangunan di negeri seribu gua ini mencirikan nilai islam yang kuat.

Olehnya, sejak dipercaya memimpin Buteng pada 2017 lalu, H. Samahuddin langsung menggebrak pembangunan disetiap lini kehidupan masyarakat Buteng. Salah satunya pembangunan gapura islami yang dipercaya menjadi simbol, icon dan entitas masyarakat Buteng yang terkenal agamis.

“Buteng ini khan punya banyak ulama, masyarakatnya pun selalu menjunjung tinggi nilai-nilai islam. Itulah yang menjadi dasar saya ingin mengubah Buteng menjadi lebih agamis dan lebih baik kedepan dengan menghadirkan gapura yang bernuansa islami,” kata H. Samahuddin.

Pembangunan gapura islami ini telah mulai dibangun sejak 2018 lalu. Kini tahap awal gapura ini sudah berdiri kokoh menjulang setinggi 10 meter dan lebar 20 meter.

Untuk menambah kental nuansa islami, sisi kiri dan kanan gapura dalam tahap finishing yang rencanaya akan dirampungkan 2019 ini akan dibangun menyerupai kubah masjid. Kubah ini berdiameter tiga meter dan diselipkan rumah adat Buton dibagian tengahnya.

“Untuk jalan menuju gerbang ini akan dibuat dua jalur. Lebar masing-masing tujuh meter dan dilengkapi air mancur,” katanya.

Gapura islami ini dibangun tepat di pintu masuk Buteng tepatnya di Wamengkoli. Harapannya, setiap pengunjung yang menginjakkan kaki di Buteng bisa menyaksikan kemegahan dan kentalnya nilai islam yang dijunjung tinggi masyarakatnya.

La Ramo sapaan akran H. Samahuddin menjelaskan pembangunan gapura islami ini menghabiskan anggaran Rp 7 miliar. Anggaran pembangunan bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Orang nomor satu di Buteng ini optimis gapura ini sudah bisa dinikmati keindahannya pada 2019 ini. Khusus tahap finishing, katanya, pemerintah Kabupaten Buteng juga ikut menganggarkan dalam APBD senilai Rp 2 miliar.

“Jadi ini adalah bentuk kerjasama dan hasil koordinasi yang apik antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Istilahnya ada sharing antara keduanya,” katanya.

Genjot Program Lahirkan Generasi Penghafal Al Qur’an

Visi misi Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng) yang ingin mewujudkan Buteng menjadi daerah islami diterjemahkan jajaran dibawahnya. Salah satu program besarpun lahir dengan merancang Buteng sebagai daerah yang mampu melahirkan bakat penghafal atau Tahfidz Al Qur’an.

“Artinya salah satu visi misi Bupati itu khan mewujudkan masyarakat Buteng yang berbudaya, agamis, dan sejahtera. Nah, visi misi ini menjadi tugas instansi teknis untuk diterjemahkan. Makanya kita merancang program ini,” kata Kabag Kesra Setda Buteng, La Ode Abdullah diruang kerjanya, akhir pekan lalu.

La Ode Abdullah mengaku langkah awal pembentukan wadah untuk Tahfidz Al-Qur’an Buteng ini sudah ada. Tugas berikutnya yang menanti tinggal mendatangkan pembina yang handal.

“2018 lalu kita sudah bangun komunikasi dengan pembina tahfidz penghafal Al-Qur’an ini. 2019 ini kita coba maksimalkan lagi dan ini menjadi tantangan kami berikutnya,” katanya.

Ia mengaku pembina tahfidz ini mengajukan syarat bila harus mengajar Hafidz-Hafidzah di Buteng. Syaratnya, pembina harus menjadi imam masjid ditempat yang tunjuk pemerintah daerah sebagai pusat program ini.

“Pertimbangannya supaya Murojaah hafalannya (bagian dari pembelajaran al-Quran, yang artinya mengulang kembali hafalan-hafalan yang telah lalu). Makanya kami masih berkoordinasi juga dengan masyarakat khususnya para imam masjid. Moga cepat terealisasi dan secepatnya program ini berjalan,” katanya.(adm)

You might also like More from author

Comments are closed.