Ini Dampak Nyata Pembangunan yang Dilakukan Pemeritahan AS Tamrin

57 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BAUBAU, Keptonnews.com- Berbagai program dan kegiatan pembangunan telah dilaksanakan pemerintah Kota Baubau. Selama itu pula, berbagai program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin mengungkapkan berbagai dampak nyata pembangunan ditunjukkan oleh berbagai indikator. Sedikitnya ada lima indikator yang mengarah pada peningkatan capaian pembangunan itu.

Pertama, kata dia, angka kemiskinan yang tiap tahunnya terus mengalami penurunan. Berdasarkan data terakhir yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS), persentase angka kemiskinan Kota Baubau tahun 2016 adalah 8,81 persen dan menurun ditahun 2017 menjadi 8,35 persen dari total jumlah penduduk Baubau.

“Angka ini masih lebih rendah dengan angka kemisikanan provinsi Sultra yang mencapai 11,97 persen maupun angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,64 persen,” katanya.

Hal ini menunjukan bahwa penanggulangan kemiskinan di Kota Baubau dapat dikatakan cukup berhasil. Kota Baubau juga berkontribusi positif untuk penurunan angka kemiskinan baik tingkat regional Sultra maupun pada tingkat nasional.

Indikator kedua yakni penurunan tingkat pengangguran terbuka yang mana pada 2015 sebesar 7,17 persen turun menjadi 7,07 persen di tahun 2017. Pun begitu, pemerintah Kota Baubau akan terus berupaya menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja baru bagi usia kerja yang belum terserap dalam dunia kerja.

Selanjutnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama kurun waktu lima tahun terakhir mengalami peningkatan dari 73,13 persen pada 2013 menjadi 74,14 pada 2017. Pencapaian ini lebih tinggi dari pencapaian IPM nasional sebesar 70,81 oersen maupun tingkat provinsi Sultra sebesar 68,80 ditahun yang sama.

Kendati begitu, orang nomor satu di Baubau ini sadar betul bila pembangunan manusia yang diharapkan tidak dapat seketika didapat hasilnya. Hal ini disebabkan investasi pendidikan dan kesehatan yang dilakukan saat ini baru bisa dipetik hasilnya beberapa tahun kemudian.

Lalu indeks angka harapan hidup masyarakat Kota Baubau mengalami peningkatan dari 70,47 tahun pada 2016 menjadi 79,60 tahun pada 2017. Angka ini sama dengan provinsi Sultra oada tahun yang sama.

Doktor jebolan IPDN Jatinangor ini menjelaskan bila angka harapan hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Hal ini berarti bahwa program di bidang kesehatan dan pemberantasan kemiskinan serta program sosial lainnya yang telah diimplementasikan selama ini dapat dikatakan cukup berhasil.

Indikator kelima atau terkahir adalah meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi atas dasar harga berlaku sebesar 6,87 persen pada 2017. Angka ini masih lebih tinggi dibanding provinsi Sultra sebesar 6,81 persen dan nasional sebesar 5,07 persen. (adv)

You might also like More from author

Comments are closed.