Pemkot Antisipasi Lonjakan Arus Mudik dan Harga Barang

102 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Baubau-Arus mudik lebaran Idul Fitri dipastikan semakin membludak dalam beberapa hari kedepan. Karena itu, pemerintah kota Baubau telah mengantisipasi lonjakan pemudik yang menggunakan jalur udara, darat dan laut. Tidak hanya arus mudik, Pemkot juga terus mengantisipasi lonjakan kenaikan harga barang di pasaran.

Sekda kota Baubau, Roni Mochtar mengatakan, informasi terkait pelayanan jelang Ramadhan yang dilakukan pemerintah kota Baubau sangat penting diketahui masyarakat agar masyarakat merasa terlayani. “Terkait pola mudik, Pemda telah menyiapkan akomodasi moda transportasi laut, Darat dan udara. Kami sudah siapkan semua,” kata Roni dalam konferensi persnya di ruang rapat kantor walikota Baubau, Sabtu (1/6).

Didampingi kadis perhubungan, H Idrus Taufiq Saidi dan kadis perindag kota Baubau, Rujdlan, jenderal ASN mengaku bila kota Baubau saat ini telah bersiap diri menjadi daerah aktifitas. Tidak hanya untuk kota, ini juga diperuntukkan untuk daerah sekitar kota Baubau seperti Buton, Busel, Buteng, Butur dan Wakatobi. “Kita telah berkemas dan bersiap diri untuk menjadi kota yang nyaman dan menyenangkan bagi setiap yang melaksanakan aktivitas di Baubau,” ungkapnya.

Tidak hanya menawarkan kenyamanan kepada pemudik. Pemkot juga memastikan kestabilan harga pangan di pasaran walau beberapa harga bawang putih sempat melonjak naik. Selain itu, stok juga dipastikan sangat memadai. “Tapi kondisi kenaikan harga bawang putih ini tidak hanya terjadi di Baubau melainkan terjadi secara nasional. Karen itu kami sudah melakukan koordinasi dan komunikasi untuk saling berbagi stok. Seperti beberapa lalu ketika stok bawang putih kurang, kami berkoordinasi dengan Pemda Kendari untuk menyuplai stok di Baubau,” paparnya.

Begitu juga dengan kebutuhan ikan, beras, gula dan lainnya. Semua stok bahan itu sangat memadai dan berkualitas. Sehingga sangat wajar jika posisi inflasi yang terjadi di kota Baubau berada dibawah satu digit. “Jadi kondisinya sekarang itu bahannya ada umat juga ada. Berbeda kalau barangnya tidak ada di pasar sementara uangnya ada. Ini yang tidak bisa dijaga inflasi kita,” nilainya.

Senada yang dikatakan kadis perhubungan kota Baubau, H Idrus Taufiq Saedi. Kata dia, tujuan kegiatan pelayanan pemerintah kota Baubau dalam rangka mudik lebaran bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat apa saja yang telah di lakukan pemerintah dalan menyambut idul Fitri.

Begitu juga Kadis Perindag, Rujdlan. Kata dia, pihaknya telah melakukan perlindungan konsumen bersama tim terpadu terkait sejumlah prodak kadaluarsa yang masih beredar dipasaran. Bahkan beberapa prodak telah berhasil diamankan. jumlahnya pun lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Tidak hanya kadaluarsa, tapi kemasannya rusak. Misalnya susu kaleng yang kalengnya sudah kepok. Nah, bila ditemukan seperti itu maka isinya sudah dikatakan rusak. Karena itu ini sangat penting untuk di ketahui oleh masyarakat,” tutupnya. (dny)

You might also like More from author

Comments are closed.