Putusan PN Wakatobi Dinilai Tak Adil

129 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

WAKATOBI-Putusan Pengadilan Negeri Kabupaten Wakatobi dalam perkara perdata atas sengketa tanah dinilai tidak adil oleh kuasa hukum tergugat, La Ode Abdul Faris SH . Menurut La Ode Abdul Faris SH, perkara tersebut ditangani Nyoto Hindaryanto, SH sebagai Ketua Majelis Hakim dalam sengketa lahan seluas 425 meter persegi di Jalan Poros Lingkar, Desa Timu, Dusun Tiroau Barat, Kecamatan Tomia Timur.

La Ode Abdul Faris SH mengatakan, terdapat banyak kejanggalan dalam putusan majelis hakim nomor: 5/Pdt.G/2019/PN Wgw. Diantaranya tidak memuat keterangan Camat Tomia Timur, H. Muhamad Ramli, yang menerangkan di bawah sumpah tentang pengakuan penggugat jika tanah sengketa tersebut milik, Yaro Kolo yang di ketahui adalah kakek buyut dari para tergugat.

Padahal, sebelum dimeja hijaukan, kasus ini sudah diselesaikan pada tingkat kecamatan dan desa sebanyak tiga kali. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan berita acara pertemuan nomor: 471/46/III/2019 yang dihadiri 23 orang di kantor kecamatan Tomia Timur.

“Jadi dalam pertemuan itu, penggugat dan tergugat mengakui dihadapan camat bahwa tanah itu milik nenek si penggugat bernama, Yaro Kolo. Tergugat juga mengakui bahwa lahan itu milik yaro kolo. Sehingga pak camat menyimpulkan bahwa penggugat dan tergugat masih satu nenek. Tapi setelah diminta silsilahnya, tidak ada nama si penggugat dalam turunannya,” papar Faris, sapaan akrab La Ode Abdul Faris SH.

Karena namanya tak masuk dalam silsilah, lanjutnya, penggugat akhirnya menempuh jalur hukum. Dalam persidangan, penggugat mengubah nama pemilik lahan yang sebelumnya diakui milik, Yaro Kolo menjadi La Ode Rindo, yang tidak lain adalah bapak penggugat.

Namun ironisnya, Majelis Hakim mengabaikan semua bukti-bukti yang termuat dalam daftar hadir T2. “Persoalannya disini, Saksi para tergugat atas nama La Alimuddin menerangkan di bawah sumpah bahwa dia menghadiri di kecamatan sebanyak dua kali. Ia mendengar dan melihat secara langsung bahwa penggugat dan para tergugat mengatakan tanah sengeketa tersebut adalah milik, Yaro Kolo. Dan hal itu sesuai dengan berita acara persidangan keterangan saksi para tergugat. Tapi itu diubah oleh majelis Hakim,” kesalnya.

Ia menambahkan, tidak hanya keterangan La Alimuddin, majelis hakim juga tidak mengambil keterangan saksi, H Muhamad Ramli yang diketahui camat Tomia Timur yang membenarkan pengakuan penggugat terkait kepemilikan lahan tersebut milik Yaro Kolo. “Sehingga pada putusan tersebut, sangat merugikan para tergugat untuk mencapai sebuah keadilan dalam persidangan,” tuturnya.

Akibat putusan ini, La Ode Abdul Faris, mengaku akan melakukan upaya banding. tidak hanya banding, ia juga bakal melaporkan kasus ini di kamar pengawasan mahkama agung (MA) dan komisi Yudicial karena dinilai sangat merugikan dan mencoreng nilai keadilan.

Sementara itu, panitera sidang, Suryadin mengaku telah memasukan semua keterangan keterangan para saksi dalam berita acara persidangan. Hanya saja, keterangan itu tidak dimasukan dalam salinan putusan. “memang salinan barita acara tidak dimuat dalam putusan. Namun berita acara itu satu kesatuan dengan salinan putusan. Sehingga kalau tidak ada di putusan berarti lihat di berita acara,” ungkap Suryadin saat di konfirmasi melalui sambungan telponnya, Minggu, (7/7).

Ia juga telah menyampaikan kepada kuasa hukum para tergugat, Faris untuk menempuh upaya hukum banding. Disitu semua proses persidangan sebelumnya akan diperiksa kembali.

Yang dicari Faris ini kan keterangan saksi kliennya. Misalnya keterangan camat melalui pertemuan di tingkat kecamatan yang mengakui bahwa tanah tersebut milik, Yaro Kolo, itu tidak dimasukan dalam putusan. Tapi itu dimasukan dalam berita acara. Makanya putusan itu bagian dari berita acara, makanya, dibaca berita acara itu,” paparnya.

Ia mengaku tak punya kewenangan untuk mengomentari putusan hakim. Dirinya hanya bertugas membuat berita acara persidangan, selebihnya itu kewenangan hakim. “Sebenarnya terkait dengan putusan ini harusnya di humas. Saya tidak punya kewenangan mengomentari putusan itu,” akunya.

Menurutnya, jalannya sidang sudah sesuai fakta persidangan. Persoalan keterangan saksi harusnya dimasukan dalam putusan itu akan diketahui pada tingkat diatasnya atau upaya banding.

Dalam kasus sengekta tanah ini, objek tergugat satu diketahi bernama, Muh Gole dan Saharlan Gole sebagai tergugat dua. Keduanya adalah generasi penerus ketujuh dari Yaro Kolo. Hal ini dibuktikan dengan silsilah keluarga dan surat keterangan hak milik dari desa. Sedangkan penggugat bernama La Ode Tanda. Dalam persidangan, perkara ini dimenangkan pihak penggugat, La Ode Tanda. (Dny)

You might also like More from author