PDAM Busel Raih Kategori Sehat

196 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Batauga-Proses tak akan mengkhianati hasil. Pepatah ini pantas disandang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buton Selatan (Busel). Diusianya yang baru menginjak tiga tahun, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) memberi penilaian kategori Sehat kepada PDAM Busel.

Penyerahan sertifikat atas penilaian itu, dilaksanakan di gedung Lamaindo, Kamis (11/7). Sertifikat  diterima langsung Plt. Bupati Busel, H. La Ode Arusani.

Kepala BPKP wilayah Sultra, Yan Setiyadi mengatakan, penilaian ini merupakan kerjasama antara BPKP dan BP2SPAM perwakilan daerah. Untuk indikator evaluasi penilaian dikembangkan oleh BP2KP.

Kata dia, ada empat hal yang menjadi pola penilaian BPKP. Pertama kategori pelayanan, keuangan, operasi dan sumber daya manusia (SDM). “Jadi nilai yang didapat oleh PDAM Busel ini 2,84. Nilai ini sedikit diatas kategori nilai kurang sehat. Tapi bagi PDAM yang baru berusia tiga tahun hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Artinya, baru tiga kali dilakukan evaluasi sudah sehat,” papar Yan Setiyadi saat ditanya awak media.

Di wilayah Sultra, lanjutnya, hanya dua PDAM yang masuk dalam kategori sehat. Pertama adalah PDAM Buton Selatan kemudian PDAM kota Baubau.

Di tempat yang sama, Kabag BP2SPAM kementerian PUPR, Ir Desra, MT mengatakan, untuk menerima bantuan dari kementerian harus ada kesiapan dari PDAM setempat. Artinya, semua kriteria jenis bantuan sudah disiapkan sejak awal agar bisa terbangun. Kemudian juga, apabila proposal pengajuan telah diterima, PDAM harus menyiapkan tata kelola yang baik agar apa yang dibangun pemerintah pusat tidak sia-sia di daerah nantinya.

Pada 2024 mendatang, lanjutnya, PDAM dengan kategori sehat diharapkan sehat 100 persen atau memperoleh nilai lima sebagai angka klimaks. Sehingga diharapkan sinergitas antar semua pihak untuk kemudian ditindaklanjuti oleh bupati beserta jajarannya di tingkat daerah. “Kemudian agar sambungan rumah (SR) yang kita harapkan ini bisa tersambung diseluruh wilayah PDAM,” harapnya.

Dijelaskan, berdasarkan renjana pembangunan jangka panjang (RPJP), tahun 2020 mendatang kementerian PUPR telah memprogramkan air bersih menjadi air siap minum yang aman di 75 persen masyarakat di indonesia. Dengan begitu, kontribusi PDAM Busel diharapkan sangat menunjang program tersebut.

Sedang untuk bantuan teknis kategori zona air minum prima siap minum sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMD) sampai tahun 2024 mendatang. Pada program tersebut, kurang dari 17 PDAM akan menjadi target kementerian untuk mendukung program tersebut. “Kami sangat senang atas perhatian dan antusias dari para PDAM untuk program zona air minum aman. Dari 17 PDAM yang menjadi target itu mungkin salahsatunya adalah Busel,” bebernya.

Sedang untuk bantuan fisik, BP2SPAM diharapkan membantu Pemda untuk bersurat ke kementerian. Apabila direspon, pihak kementerian kemudian akan menurunkan tim ahli untuk mempersiapkan kebutuhan lapangan.

Sebelumnya, direktur PDAM Busel, Tamrin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak sehingga PDAM Busel mendapat kategori sehat. Hal ini bukanlah perkara muda dari penyusunan SOP, asistensi, laporan keuangan dan asistensi lainnya. “Harapan kami kiranya pihak terkait tidak bosan menerima kami saat melakukan konsultasi di kantor BPKP perwakilan Sultra. Berkat kerjasama yang baik, PDAM Busel akhirnya mendapatkan kategori PDAM sehat,” harapnya.

Diakuinya bahwa merebut sesuatu itu adalah perkara muda, yang sulit bagaimana mempertahankan. Namun bagi PDAM Busel, penghargaan itu merupakan pijakan awal sekaligus tantangan untuk mewujudkan visi Busel yaitu terwujudnya PDAM yang sehat, mandiri, profesional dan pelayanan prima untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Busel. “Dan untuk karyawan dan karyawati PDAM Busel, terimakasih atas kerja kerasnya serta mari bahu membahu tingkatkan kinerja kita untuk mencapai visi kinerja. Mari kita wariskan mata air jangan air mata,” tutupnya. (Dny)

You might also like More from author