Ali Mazi Minta KPK Terapkan Hukum Adat pada Koruptor

148 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Baubau-Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, meminta kepada ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo, agar menghukum para koruptor menggunakan hukum adat. Hal ini dikatakan Ali Mazi saat membuka seminar nasional forum osis remaja milenial anti korupsi “ayo bangkit lawan korupsi” di gedung Pancasila, Sabtu, (27/7).

Menurut dia, disamping hukuman badan, hukuman moral dalam bentuk hukum adat juga patut diberikan buat para koruptor. Bila perlu, keluarga para pelaku korupsi juga disumpah didepan pemuka agama. “Jika dia Islam, maka di sumpah oleh ulama atau ustadznya. Sama dengan agama yang lainnya disumpah oleh pemuka agamanya agar tidak korupsi. Jika tidak, dihentikan jabatannya mereka”, papar Ali Mazi.

Selain itu, lanjutnya, terjadi persaingan antara para keluarga pejabat untuk tidak melakukan perbuatan korup. Sebab rata-rata perbuatan korup dilakukan karena politik. “Karena itu ketika kita mendengar pemaparan bapak Dr. Munafi tadi tentang undang-undang Mutabat tujuh Buton itu, semua berpulang ke moral,” tambahnya.

Setiap menggelar pertemuan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sultra, ia mengaku akan memaafkan kesalahan yang tak disengaja. Namun bila menyangkut kesalahan karakter, ia sulit memaafkan.”Amatan saya, KPK ini tidak ada henti-hentinya memberantas korupsi. Jadi selain hukuman badan, hukuman adat mungkin ini agak ampuh,” paparnya.

Pada kesempatan itu, putra terbaik Buton itu menutup dengan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada ketua KPK yang mau menyempatkan diri hadir di Kota Baubau, Sultra. Sebab selain wilayahnya terpencil, masih banyak fasilitas yang belum memadai. Dny

You might also like More from author