Senat Fakultas Usluhuddin Al Azhar Sukses Gelar Multaqa Syabab

78 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Kairo- SEMA-FU (Senat Fakultas Ushuluddin ) Al-Azhar Mesir, 2018/2019 sukses menggelar acara _Multaqaa’ Syabab Ushuluddin_ atau _Ushuluddin Youth Forum_? ( Forum Pemuda Ushuluddin ) dengan tajuk _al-islam saalihun likulli zaman wa makan_ di Auditorium Markaz Syaikh Zayid, p

Acara yang dilaksanakan Sabtu, 27 Juli 2019  ini merupakan acara tahunan yang digelar setelah satu tahun masa kepengurusan. Jika di tahun sebelumnya digelar acara dengan 3 agenda yakni Ushuluddin Award, Silaturahmi Akbar, dan Festival Ushuluddin maka tahun ini Multaqa’ Syabab menampilkan konsep baru dari _grand closing sekaligus sebagai  sarana silaturahmi para duktur.

Acara diawali dengan sambutann Ketua Panitia, Rofi Dwicita dan Ketua Senat dan ketua PPMI  yang mewakili, Nasruddin Babas. IPQI ( Ikatan Persaudaraan Qori’ Qori’ah Indonesia )  turut ambil  bagian dengan melantunkan ayat  suci-Qur’an oleh saudari Nurlaili Sufiana ( Juara 1 MTQ Internasional Mesir ) dan Ahmad Bahidi ( Qori’ Nasioanal 2016 )

Selaiin  itu, irama lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Mesir,  Biladi Biladii menjadi bagian dari proses dimulainya kegiatan. Pihak Senat Fakultas Usluhuddin menjelaskan,  Sasaran acara kali ini ditujukan kepada seluruh Wafidin, baik itu Warga Masisir maupun diluar Masisir. Pada _grand closing_ tahun ini mengundang duktur yang menjadi pengajar di Universitas Al-Azhar, yaitu; Duktur Arafah Abdurrahman Ahmad Abdurrahman ( Duktur aqidah dan filsafat fakultas ushuluddin ) dan Duktur Samih Abdullah al-Mutawalli ( Duktur ilmu hadis fakultas ushuluddin ).

Kegiatan kali ini,  melibatkan empat negara dengan mengundang duta terbaik mereka yang juga merupakan lulusan terbaik fakultas ushuluddin, diantaranya; Arif Mugni (Indonesia), Muhammad Ali (Chad), Nagib Hasan (Spanyol), dan Syahid Husain (Pakistan).

“Ini adalah cara agar Wafidin dan Wafidat di Al-Azhar sadar bahwa saya punya sebuah perkumpulan dan saya harus hadir disana, yang dimana negara mereka selain Indonesia tidak memiliki perkumpulan seperti yang kita lakukan, dan yang menjadi hal yang luar biasa adalah ketika kita berbicara dengan mereka, mereka juga ingin mengajukan konsep yang sama bahkan langsung ke amid kuliah” kata Rifky Ramdani, Ketua Senat Fakultas Ushuluddin 2018/2019.

Dia menbahkan,  mengenai alasan pemilihan tajuk sendiri karena memperhatikan sebagaimana duktur Arafah pernah mengadakan mu’tamar dengan tema yang tidak jauh dari tajuk _grand closing_ ini namun hanya dapat dihadiri oleh orang-orang tertentu, kedua ketika _Grand Syeikh_ masih duktur Halim Mahmud, Prof. Dr. Quraish Shihab pernah mengangkat tema ini dan hasil muhadarahnya ditulis dalam sebuah buku.

“Kami mengangkat tajuk ini agar apa yang pernah disampaikan zaman Quraisy Shihab dan duktur ‘Arafah diperkenalkan kembali dan diketahui publik,” tutup Rifki Ramdani.(Muh Ash Shabur & Niqadri Muliarta)

You might also like More from author