Tambang di Busel Dihentikan

261 kali dilihat, 138 kali dilihat hari ini

Batauga-Aktifitas penggalian material tanah timbunan yang masuk dalam kategori tambang galian C secara ilegal di Buton Selatan (Busel) semakin merusak dan mencemari lingkungan. Karena itu dinas Lingkungan Hidup (LH) telah menghentikan semua aktifitas tersebut.

Kadis LH Busel, La Ode Mpute mengatakan, didalam ketentuan undang-undang 32 tahun 2009 menyebutkan, setiap usaha dan kegiatan wajib memiliki dokumen lingkungan dan izin lingkungan baik Amdal, UKL-UPL atau SPPL. Dokumen ini juga yang kemudian menjadi syarat untuk menerbitkan setiap izin usaha.

Namun hingga kini, masih banyak izin pertambangan atau pertambangan rakyat tidak memiliki dokumen lingkungan. “Pertanggal 29 Mei 2019 ini kita sudah bersurat kepada camat, lurah, kades dan seluruh muspica setempat untuk melakukan larangan dan penghentian aktifitas penambangan ilegal. Dan dibeberapa tempat saya turun langsung untuk melihat kondisi lingkungan disana termasuk Lawela,” kata La Ode Mpute saat ditemui di ruangannya belum lama ini.

Ia melanjutkan, terkait dengan penggalian material timbunan di perbatasan desa Lawela dan La busa, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi beberapa hari lalu termasuk dengan dengan pekerjaan drinace yang ada didekat lokasi penggalian.

Tidak hanya menghentikan, Pemda juga akan memberikan sangsi dan denda kepada para pelaku seperti yang diamanatkan undang-undang. “Namun saat ini kita masih melakukan pengukuran sembari menghitung berapa yang harus dipulihkan kembali lingkungan itu. Setelah sudah ada hitungannya barulah kita meminta kepada pihak yang sudah melakukan aktifitas ini untuk melakukan ganti kerugian lingkungan,” tambahnya.

Ia mengaku, tidak hanya aktifitas penggalian material timbunan di Lawela. Dirinya juga telah mengunjungi langsung lokasi penambangan pasir kali dan pasir laut secara ilegal di wilayah Busel. Disana ia sempat berbenturan dengan masyarakat karena menolak menghentikan aktifitas penambangan mereka. “Pengakuan mereka selama ini tidak ada pembinaan dan pengawasan dari pemerintah provinsi. Langkah ini saya ambil untuk menghindari pengrusakan dan pencemaran lingkungan karena urusan penambangan itu Pemprov, kita hanya persoalan lingkungan,” jelasnya.

Tidak hanya soal penambangan. Pihaknya juga akan menertibkan pengangkutan material pasir dan timbunan yang bebas berlalu-lalang dijalan utama Busel. Pasalnya, aktifitas tersebut sangat mencemari lingkungan. Berdasarkan hasil analisa laboratorium Provinsi, sebanyak 143 miligram, udara di kawasan rumah jabatan (Rujab) Bupati Busel setiap mikro meternya telah dicemari oleh partikel material tersebut. Sedang untuk baku mutunya itu berjumlah 150. “Sehingga dengan kondisi seperti itu kita tidak bisa hindari bahwa penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) akan semakin meningkat di busel ini,” pungkasnya. Dny

You might also like More from author