Ini Kayu Sonokeling yang Jadi Barang bukti Perambahan Hutan 

115 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

BAUBAU-Aparat Polhut bersama aparat kepolisian sektor Batauga dan tim Bais Sultra berhasil menangkap tiga truk berisi kayu jenis sonokeling. Tiga truk bermuatan kayu itu ditangkap ditempat terpisah. Dua ditangkap di wilayah Buton Selatan dan satu truk ditangkap di wilayah Kota Baubau.

KPH Unit V Wakonti, Rahmat, membenarkan adanya penangkapan truk yang bermuatan kayu yang tidak dilengkapi dokumen sah. Rabu kemarin (12/9), truk yang ditangkap masih diamankan di wilayah Kota Baubau. Namun Rahmat mengakatakan, hari ini (13/9) barang bukti berupa truk dan kayu yang diamankan Polhut akan diantar ke Batauga, untuk diproses aparat Polhut dan Polsek Batauga bersamaan dengan dua truk yang ditangkap kepolisian sektor Batauga dan masih diamankan di Mako Polsek Batauga.

Truk dan Kayu Sonokeling yang Jadi Barang bukti Perambahan Hutan di Sampolwa, Buton Selatan. (foto Isti)

Berdasarkan dokumen nota angkut, kayu sebanyak 13 kubik lebih itu, diketahui milik Ismail, warga Tangana Pada, yang tnggal di Lorong Kehutanan.

Saat dihentikan di Desa Lawela, Kecamatan Batauga, kedua sopir truk dengan nopol DW. 8827. AH dan DT. 9324 UG tak bisa berkutik.

Pasalnya, berdasarkan nota angkut kayu tersebut, diketahui berasal dari Hutan produksi Wilayah KPHP Lakompa sedangkan Penggunaan yang seharusnya hanya digunakan untuk pemuatan hasil Hutan Rakyat berdasarkan Sertifikat Kepemilakn (Hutan Hak Masyarakat/Kebun Masyarakat).

Truk dan Kayu Sonokeling yang Jadi Barang bukti Perambahan Hutan di Sampolwa, Buton Selatan.

Sehingga secara dokumen dan administrasi kayu tersebut diduga Ilegal karena tidak sesuai dengan administrasi.

Sementara, berdasarkan informasi dari aparat setempat, proses pengangkutan sudah mendapat persetujuan dari Kepala KPH Lakompa, Lamberi. Namun saat dikonfirmasi wartawan ini, pihak polhut KPH enggan berkomentar. Sementara Kepala KPH Lakompa, Lamberi berkelit ketika dikonfirmasi via telepon selulernya. “Sebentar, saya masih bawa motor,” katanya. Hingga berita ini diturunkan, pihak KPHP Lakompa belum memberikan keterangan resminya. (is)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.